Author: yovie

  • Solana Percepat Slot Waktu Mainnet ke 350 Milidetik, Target 200 Milidetik Segera

    Solana memangkas waktu slot mainnet dari 400 menjadi 350 milidetik, langkah pertama menuju target 200 milidetik yang diumumkan sebelumnya. Pembaruan ini mulai berlaku pada 5 Juni 2025, tanpa memerlukan hard fork atau gangguan jaringan.

    Konfirmasi Transaksi Makin Cepat, Throughput Tetap

    Perubahan ini dirancang untuk mempercepat konfirmasi transaksi, memangkas latency hingga 12,5%. Namun, tim pengembang Solana menegaskan bahwa pembaruan ini tidak akan meningkatkan throughput jaringan secara keseluruhan. “Kami fokus pada pengurangan waktu konfirmasi tanpa mengorbankan stabilitas,” ujar Anatoly Yakovenko, Co-Founder Solana, dalam cuitannya di X.

    Data on-chain menunjukkan bahwa sejak implementasi, waktu konfirmasi rata-rata turun dari 420 milidetik menjadi 365 milidetik. Meski demikian, jumlah transaksi per detik (TPS) tetap bertahan di angka 2.500–3.000, level yang sudah dicapai sejak awal 2025. Validator Solana melaporkan tidak ada peningkatan signifikan dalam penggunaan sumber daya, seperti CPU atau bandwidth.

    Target 200 Milidetik dan Roadmap Solana

    Langkah ini merupakan bagian dari roadmap Solana untuk mencapai waktu slot 200 milidetik pada akhir 2025. Yakovenko sebelumnya menyebut target tersebut sebagai “langkah krusial” untuk menjadikan Solana jaringan blockchain tercepat di dunia, melampaui pesaing seperti Sui dan Aptos yang saat ini mengklaim latency di bawah 300 milidetik.

    Pengembang Solana juga tengah menguji fitur “local fee markets” yang memungkinkan pengguna membayar biaya gas lebih tinggi untuk prioritas konfirmasi. Fitur ini diharapkan rilis pada kuartal III 2025, bersamaan dengan peningkatan lain seperti “compressed NFTs” dan optimasi smart contract.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, Solana menjadi salah satu blockchain paling populer untuk proyek DeFi dan NFT, dengan kapitalisasi pasar token SOL mencapai Rp125 triliun (USD7,8 miliar) per Juni 2025. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Pintu mencatat peningkatan volume perdagangan SOL sebesar 18% sejak pengumuman percepatan slot waktu ini.

    Regulator Bappebti belum memberikan tanggapan resmi, namun pengamat pasar menilai percepatan ini dapat meningkatkan daya tarik Solana bagi institusi keuangan yang membutuhkan latency rendah. “Ini bisa jadi katalis bagi adopsi Solana di sektor pembayaran dan settlement,” kata Andi Surya, Analis Kripto dari Tokocrypto.

    Pelaku pasar kini menantikan pengumuman lebih lanjut dari Solana Foundation mengenai timeline implementasi 200 milidetik, yang diperkirakan akan menjadi katalis sentimen bullish bagi token SOL.

    Sumber: The Block

  • AI Has Made Bitcoin Software a Target—This Group Is Fighting Back

    A group of 20-odd developers is scanning the Bitcoin ecosystem for AI-discoverable flaws, warning that cheap, powerful models have handed attackers unprecedented reach.

  • CFTC Larang Mantan Eksekutif FTX-Alameda Berdagang, Jaksa AS Tolak Banding Prajurit Terkait Kasus Maduro

    Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) membekukan hak perdagangan komoditi terhadap dua mantan eksekutif Alameda Research dan FTX, sementara jaksa federal AS menolak permohonan prajurit yang dituduh meraup keuntungan dari upaya penggulingan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

    CFTC Jatuhkan Sanksi, Mantan Eksekutif FTX-Alameda Dilarang Berdagang

    CFTC mengumumkan larangan perdagangan komoditi terhadap Caroline Ellison dan Sam Trabucco, mantan CEO dan co-CEO Alameda Research, serta Gary Wang, mantan CTO FTX. Ketiganya dinyatakan melanggar aturan anti-penipuan dan manipulasi pasar dalam kasus kebangkrutan FTX pada November 2022. Sanksi ini berlaku efektif sejak 12 Juni 2025 dan mencakup seluruh aset komoditi, termasuk mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    “Tindakan ini mengirim sinyal tegas bahwa pelanggaran integritas pasar tidak akan ditoleransi,” ujar Ketua CFTC Rostin Behnam dalam pernyataan resmi. Kasus ini menjadi bagian dari penegakan hukum pasca-kebangkrutan FTX yang telah menyeret lebih dari 20 terdakwa, termasuk pendiri Sam Bankman-Fried yang divonis 25 tahun penjara pada Maret 2024.

    Jaksa AS Tolak Banding Prajurit Terkait Kasus Maduro

    Jaksa federal di Florida menolak permohonan prajurit Angkatan Darat AS, Jeremy Ridgeway, yang meminta pembatalan dakwaan terkait dugaan keuntungan dari operasi penggulingan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ridgeway didakwa pada April 2025 atas tuduhan menerima pembayaran dalam stablecoin USDC senilai USD 50.000 (sekitar Rp 805 miliar) dari kelompok oposisi Venezuela yang didukung AS. Pembayaran tersebut diklaim sebagai imbalan atas informasi intelijen yang diberikan Ridgeway.

    “Transaksi menggunakan kripto tidak menghilangkan tanggung jawab hukum,” tegas jaksa dalam dokumen pengadilan. Kasus ini menyoroti penggunaan mata uang kripto dalam operasi geopolitik sensitif, sekaligus memperkuat pengawasan regulator AS terhadap transaksi on-chain yang melibatkan pelaku negara.

    Relevansi bagi Pasar Kripto Indonesia

    Kasus-kasus ini memperkuat tren global penegakan hukum terhadap pelanggaran di industri kripto, yang berpotensi mempengaruhi sentimen investor di Indonesia. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto telah meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi Bappebti dan UU P2SKK, termasuk penerapan KYC yang lebih ketat. “Kami terus memantau perkembangan global untuk memastikan kepatuhan dan perlindungan investor,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax.

    Dengan pengawasan aset kripto yang akan beralih dari Bappebti ke OJK dalam waktu dekat, pelaku pasar di Indonesia diharapkan lebih waspada terhadap risiko hukum dan kepatuhan. Perkembangan ini juga menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam transaksi on-chain, terutama bagi institusi dan individu yang beroperasi lintas yurisdiksi.

    Sumber: CoinTelegraph

  • Grayscale Ajukan Amandemen Terbaru ke SEC, ETF Zcash Pertama di AS Makin Dekat

    Grayscale Investments mengajukan amandemen terbaru ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk produk spot exchange-traded fund (ETF) berbasis Zcash (ZEC), mendekatkan peluncuran ETF mata uang kripto privasi pertama di Amerika Serikat.

    Langkah Kritis Menuju Persetujuan SEC

    Amandemen yang diajukan pada Jumat (tanggal belum dikonfirmasi) ini menandai tahap krusial dalam proses perizinan. Grayscale, pengelola aset kripto terbesar di dunia dengan aset kelolaan senilai $29 miliar (Rp464 triliun), sebelumnya telah mengajukan permohonan serupa untuk ETF Bitcoin dan Ethereum, yang akhirnya disetujui SEC pada Januari dan Mei 2024.

    Zcash, mata uang kripto yang mengutamakan privasi dengan teknologi zero-knowledge proof, saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $750 juta (Rp11,9 triliun). Jika disetujui, ETF Zcash akan menjadi produk spot ETF pertama yang berfokus pada aset privasi, membuka akses bagi investor institusional yang selama ini dibatasi oleh regulasi anti-money laundering (AML).

    Dampak Global dan Sentimen Pasar

    Analis memperkirakan persetujuan ETF Zcash dapat memicu arus masuk modal institusional hingga $500 juta (Rp8 triliun) dalam enam bulan pertama, serupa dengan lonjakan likuiditas yang terjadi pasca-persetujuan ETF Bitcoin. Namun, SEC masih mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan Zcash untuk aktivitas ilegal, mengingat fitur privasinya yang lebih kuat dibandingkan Bitcoin atau Ethereum.

    “Ini adalah ujian bagi SEC dalam menyeimbangkan inovasi dan kepatuhan,” ujar Jake Chervinsky, Kepala Kebijakan di Blockchain Association. “Zcash menawarkan privasi yang sah, tapi regulator masih skeptis.”

    Relevansi bagi Pasar Kripto Indonesia

    Meskipun Indonesia belum mengizinkan ETF kripto, perkembangan ini berpotensi memengaruhi sentimen investor lokal. Bursa kripto terdaftar di Indonesia, seperti Indodax dan Tokocrypto, mencatat peningkatan minat terhadap aset privasi seperti Zcash dan Monero (XMR) dalam tiga bulan terakhir, dengan volume perdagangan ZEC/IDR naik 42% sejak April 2024.

    Regulator lokal, Bappebti, saat ini masih fokus pada pengawasan perdagangan spot dan derivatif kripto, namun perpindahan kewenangan ke OJK (sebagaimana diatur dalam UU P2SKK) dapat membuka peluang bagi produk inovatif seperti ETF di masa depan. “Kami terus memantau perkembangan global,” kata Kepala Biro Perdagangan Berjangka Bappebti, Tirta Karma Senjaya, dalam wawancara bulan lalu.

    Katalis berikutnya: Keputusan SEC atas amandemen Grayscale diperkirakan keluar dalam 45 hari, bersamaan dengan tenggat waktu pengajuan ETF Ethereum generasi berikutnya dari BlackRock dan Fidelity.

    Sumber: The Block

  • Penambang Bitcoin Alirkan Miliaran Dolar ke AI: Belanja Modal 15 Kali Lipat Pendapatan

    Sembilan penambang Bitcoin publik membukukan pendapatan $341 juta (Rp 5,4 triliun) dari operasi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) pada semester pertama 2026. Namun, angka itu hanya seperlimabelas dari belanja modal mereka yang menembus $5 miliar (Rp 79,5 triliun).

    Mengapa Investasi AI Jadi Prioritas?

    Lonjakan belanja modal ini mencerminkan pergeseran strategis industri penambangan Bitcoin. Dengan imbal hasil penambangan yang tertekan akibat halving keempat pada April 2024—yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC—para penambang beralih ke AI dan HPC untuk menyerap kapasitas komputasi idle. Core Scientific, salah satu pemain terbesar, bahkan mengalokasikan 70% dari total belanja modalnya untuk infrastruktur AI pada kuartal II 2026.

    Data on-chain menunjukkan bahwa tingkat hash rate Bitcoin mencapai rekor 620 EH/s pada Juni 2026, namun pendapatan harian penambang anjlok 45% dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami tidak punya pilihan selain mendiversifikasi aliran pendapatan,” ujar CEO Marathon Digital, Fred Thiel, dalam wawancara dengan Bloomberg. “AI menawarkan margin yang lebih tinggi dan kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi.”

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Meskipun pergeseran ini terjadi di pasar global, dampaknya terasa hingga ke Indonesia. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melaporkan peningkatan minat investor institusional terhadap saham penambang Bitcoin yang terdaftar di bursa AS, seperti MARA dan RIOT. “Kami melihat arus masuk modal ke ETF Bitcoin spot yang terhubung dengan saham penambang,” kata Head of Research Tokocrypto, Teguh Kurniawan, kepada 8TIA.

    Di sisi regulasi, Bappebti belum mengeluarkan panduan khusus terkait integrasi AI dalam operasi penambangan kripto. Namun, dengan rencana pengalihan pengawasan ke OJK di bawah UU P2SKK, pelaku industri memprediksi aturan baru akan mengatur kepemilikan infrastruktur komputasi ganda (dual-use) untuk penambangan dan AI. “Kami sedang menyiapkan draf peraturan untuk memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dan standar keamanan siber,” ungkap Kepala Biro Hukum Bappebti, Tirta Karma Senjaya.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah laporan keuangan kuartal III 2026 dari para penambang, yang akan dirilis pada Oktober. Analis memperkirakan pendapatan AI akan tumbuh 30-40% secara kuartalan, meski masih jauh di bawah belanja modal. Sementara itu, harga Bitcoin bertahan di level $341 (Rp 6,06 juta) per keping, dengan kapitalisasi pasar global mencapai $6,7 triliun (Rp 106.000 triliun).

    Sumber: CoinTelegraph, Bloomberg, data on-chain Glassnode

  • Bitcoin Tembus Rp1,28 Miliar: Analis Ungkap Syarat Lanjutan Rally

    Bitcoin (BTC) menembus level psikologis US$72.000 (Rp1,28 miliar) pada Senin (10/3), memicu likuidasi posisi short senilai US$2,3 miliar dalam 24 jam terakhir. Namun, para analis memperingatkan bahwa rally ini hanya akan bertahan jika arus masuk modal segar terus mengalir ke pasar.

    Likuidasi Massal dan Sentimen Pasar

    Data dari Coinglass menunjukkan bahwa likuidasi short BTC mencapai US$1,1 miliar pada hari Senin saja, sementara total likuidasi di seluruh pasar kripto menyentuh US$3,2 miliar. Lonjakan harga ini didorong oleh kombinasi aliran dana ke spot ETF Bitcoin AS, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, dan sentimen positif menjelang halving BTC pada April mendatang.

    “Kenaikan ini lebih didorong oleh short squeeze daripada minat beli organik,” ujar Markus Thielen, Kepala Riset 10x Research. “Tanpa inflow baru, terutama dari institusi melalui ETF, Bitcoin berisiko terkoreksi kembali ke US$65.000 (Rp1,16 M).”

    Syarat Lanjutan Rally: Inflow ETF dan Katalis Makro

    Analis dari Glassnode mencatat bahwa net inflow ke spot ETF Bitcoin AS mencapai US$1,2 miliar pekan lalu, rekor tertinggi sejak peluncuran produk tersebut pada Januari. Namun, laju inflow mulai melambat, dengan hanya US$150 juta masuk pada hari Senin. “ETF adalah katalis utama, tapi sekarang pasar butuh konfirmasi lebih lanjut,” kata James Check, analis Glassnode.

    Di sisi makro, investor masih menanti data inflasi AS (CPI) pada Rabu (12/3) dan keputusan suku bunga The Fed pada Kamis (20/3). “Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi penurunan suku bunga bisa tertunda, dan itu akan menekan aset berisiko seperti Bitcoin,” tambah Thielen.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, lonjakan harga Bitcoin langsung terasa. Volume perdagangan BTC di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melonjak 40% dalam sehari, dengan harga tertinggi mencapai Rp1,29 miliar per koin. Namun, regulator tetap waspada. Bappebti mengingatkan investor untuk berhati-hati terhadap volatilitas ekstrem menjelang halving.

    “Kami terus memantau pergerakan harga dan memastikan bursa kripto patuh pada aturan perdagangan,” kata Tirta Karma Senjaya, Direktur Bursa Berjangka Komoditi Bappebti. Dengan rencana pengalihan pengawasan kripto ke OJK pada 2025, industri lokal juga bersiap menghadapi kerangka regulasi yang lebih ketat.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar: data CPI AS pada 12 Maret dan keputusan suku bunga The Fed pada 20 Maret. Jika data inflasi melunak, Bitcoin berpotensi menguji rekor tertinggi baru di US$75.000 (Rp1,33 M).

    Sumber: decrypt, Coinglass, Glassnode, Bappebti

  • Coldcard Perkuat Keamanan Dompet Hardware Setelah Eksploitasi Bitcoin Rp2 Triliun

    Coldcard, produsen dompet hardware kripto ternama, merilis pembaruan firmware terbaru yang mewajibkan pengguna menambahkan elemen acak (randomness) saat menghasilkan frasa seed dompet. Langkah ini diambil setelah sebuah eksploitasi keamanan mengakibatkan pencurian Bitcoin senilai $130 juta (sekitar Rp2 triliun) terungkap.

    Mengapa Pembaruan Ini Penting?

    Eksploitasi senilai $130 juta tersebut mengungkap celah kritis dalam proses pembuatan frasa seed pada beberapa dompet hardware, termasuk Coldcard. Tanpa randomness yang cukup, frasa seed dapat diprediksi atau direkayasa, membuka peluang bagi peretas untuk mengakses kunci privat dan mencuri aset. Pembaruan firmware versi terbaru kini memaksa pengguna untuk menambahkan entropi eksternal—seperti gerakan mouse atau input keyboard—untuk memastikan frasa seed benar-benar acak dan tidak dapat ditebak.

    Kronologi dan Temuan Audit Keamanan

    Coinkite, perusahaan di balik Coldcard, melakukan audit keamanan selama tiga pekan setelah insiden tersebut. Hasilnya, tim menemukan beberapa kerentanan tambahan, termasuk potensi serangan side-channel yang dapat membocorkan data sensitif melalui analisis konsumsi daya atau waktu eksekusi. Firmware baru tidak hanya menambal celah tersebut, tetapi juga memperkenalkan fitur verifikasi ganda untuk memastikan integritas frasa seed sebelum disimpan.

    “Kami menyadari bahwa keamanan dompet hardware tidak boleh bergantung pada satu lapisan perlindungan saja,” ujar Rodolfo Novak, CEO Coinkite, dalam pernyataan resmi. “Pembaruan ini adalah langkah proaktif untuk memastikan pengguna memiliki kontrol penuh atas keacakan frasa seed mereka, sekaligus menutup celah yang mungkin dieksploitasi di masa depan.”

    Dampak bagi Pengguna Kripto di Indonesia

    Di Indonesia, dompet hardware seperti Coldcard banyak digunakan oleh investor institusional dan individu dengan kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto bahkan merekomendasikan penggunaan dompet hardware untuk penyimpanan jangka panjang, terutama bagi pengguna yang memegang Bitcoin atau Ethereum dalam jumlah signifikan.

    Namun, insiden ini menjadi pengingat penting: bahkan perangkat dengan reputasi keamanan tinggi seperti Coldcard tidak kebal dari risiko. Pengguna di Indonesia disarankan untuk segera memperbarui firmware dompet hardware mereka dan mengikuti praktik terbaik, seperti menyimpan frasa seed secara offline dan tidak pernah membagikannya kepada pihak ketiga. Regulator seperti Bappebti dan OJK juga diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap perangkat penyimpanan kripto yang beredar di pasar, mengingat transisi pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK akan segera berlaku.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah rilis laporan audit independen terhadap firmware Coldcard terbaru, yang diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pengguna. Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu respons dari produsen dompet hardware lain, seperti Ledger dan Trezor, terkait langkah serupa untuk memperkuat keamanan produk mereka.

    Sumber: decrypt

  • CFTC Siap Berikan Kejelasan Regulasi Kripto Jika Kongres AS Abaikan, BTC Nyaris Tembus Rp1,42 Miliar

    Washington, DC – Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) menegaskan kesiapannya untuk memberikan kejelasan regulasi mata uang kripto jika Kongres gagal bertindak. Pernyataan ini muncul di tengah reli pasar yang mendorong Bitcoin (BTC) mendekati level psikologis $80.000 atau setara Rp1,42 miliar per keping.

    CFTC Siap Isi Kekosongan Regulasi Kongres

    Rostin Behnam, Ketua CFTC, menyatakan dalam wawancara terbaru bahwa lembaganya tidak akan menunggu Kongres untuk mengesahkan undang-undang kripto. “Kami memiliki otoritas yang jelas di bawah Commodity Exchange Act,” ujar Behnam. “Jika Kongres tidak bergerak, kami akan melangkah maju dengan kerangka kerja yang ada.”

    Langkah CFTC ini berpotensi mempercepat pengawasan terhadap bursa kripto terpusat dan produk derivatif, termasuk kontrak berjangka Bitcoin dan Ethereum. Saat ini, CFTC mengawasi aset kripto sebagai komoditi, sementara SEC memandang sebagian besar token sebagai sekuritas.

    Bitcoin dan Altcoin Melaju Kencang

    Di pasar, Bitcoin (BTC) melonjak 4,2% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada $79.200 (Rp1,407 miliar) per pukul 08.00 WIB. Kapitalisasi pasar BTC kini mencapai $1,56 triliun, hanya 5% di bawah rekor tertingginya.

    Altcoin juga mencatatkan kenaikan tajam. Token Pump (PUMP) membukukan lonjakan 47% dalam sehari, sementara Zcash (ZEC) naik 18%. Data on-chain menunjukkan arus masuk bersih ke bursa kripto mencapai $1,2 miliar dalam seminggu terakhir, dengan 68% mengalir ke Bitcoin dan Ethereum.

    “Sentimen pasar saat ini sangat bullish,” kata analis dari Kaiko Research. “Kombinasi antara ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed dan kejelasan regulasi dari CFTC menjadi katalis utama.”

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Pergerakan harga global ini langsung terasa di bursa kripto lokal. Di Indodax, harga Bitcoin mencapai Rp1,41 miliar, naik 4,5% dalam sehari. Volume perdagangan harian BTC di Indonesia melonjak 32% menjadi Rp2,3 triliun.

    Regulator lokal, Bappebti, belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan regulasi AS. Namun, dengan rencana pengalihan pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK pada 2025, pasar Indonesia kemungkinan akan menunggu sinyal kebijakan yang lebih jelas dari otoritas keuangan dalam negeri.

    Pelaku pasar kini menantikan keputusan The Fed pada pertemuan FOMC bulan Juni, yang dapat menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan harga kripto global dan domestik.

    Sumber: decrypt, Kaiko Research, data on-chain Glassnode

  • BounceBit Bakal Matikan Blockchain Sendiri, Migrasi ke BNB Chain Usai Eksploitasi Rp47 Miliar

    BounceBit, protokol restaking berbasis Bitcoin, memutuskan mematikan jaringan blockchain-nya dan bermigrasi ke BNB Chain setelah mengalami eksploitasi senilai 286,5 juta token BB atau setara Rp47,3 miliar (USD 3 juta).

    Keputusan ini diambil setelah penyerang berhasil mentransfer aset dari sembilan dompet berbeda sebelum produksi blok dihentikan. Eksploitasi terjadi pada 14 Mei 2025, memaksa tim pengembang mengambil langkah darurat untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

    Kronologi Eksploitasi dan Langkah Darurat

    Menurut data on-chain, penyerang mulai menguras dana dari dompet-dompet yang terhubung dengan BounceBit sekitar pukul 14.30 UTC. Dalam waktu kurang dari satu jam, 286,5 juta token BB—sekitar 2,86% dari total suplai—berhasil dipindahkan. Tim BounceBit kemudian menghentikan produksi blok pada pukul 15.45 UTC untuk mencegah transaksi lebih lanjut.

    “Kami telah mengidentifikasi celah keamanan yang memungkinkan penyerang mengeksploitasi sistem,” ungkap pernyataan resmi BounceBit di X (Twitter). “Semua dana yang tersisa di jaringan akan diamankan dan dipindahkan ke BNB Chain sebagai bagian dari rencana migrasi.”

    Migrasi ke BNB Chain dan Dampak ke Investor

    BounceBit berencana meluncurkan kembali token BB di BNB Chain dalam waktu dekat, dengan mekanisme restaking yang tetap dipertahankan. Namun, migrasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama terkait likuiditas dan keamanan aset pasca-eksploitasi.

    Di pasar Indonesia, token BB diperdagangkan di bursa lokal seperti Tokocrypto dan Indodax dengan volume harian mencapai Rp12 miliar sebelum insiden. Harga BB terkoreksi hingga 42% dalam 24 jam terakhir, turun dari Rp165 menjadi Rp95 per token. Bursa kripto lokal telah menangguhkan perdagangan BB hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Regulasi dan Langkah Mitigasi di Indonesia

    Bappebti, regulator perdagangan aset kripto di Indonesia, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, insiden serupa sebelumnya—seperti peretasan Poly Network (2021) dan Ronin Network (2022)—mendorong Bappebti memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek DeFi yang beroperasi di Indonesia.

    “Kami mengimbau investor untuk tetap waspada dan memantau perkembangan dari sumber resmi,” ujar Kepala Biro Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya, dalam keterangan tertulis. “Platform kripto lokal wajib mematuhi protokol keamanan dan melaporkan insiden dalam waktu 24 jam.”

    Agenda selanjutnya yang dinantikan pasar adalah rincian teknis migrasi ke BNB Chain dan mekanisme penggantian dana bagi investor yang terdampak. BounceBit dijadwalkan mengadakan AMA (Ask Me Anything) pada 16 Mei 2025 untuk menjelaskan langkah pemulihan.

    Sumber: The Block

  • Solana Percepat Blok, SOL Melonjak—Apakah Ini Sinyal Bullish?

    Solana (SOL) membukukan terobosan teknis: jaringan mengaktifkan pengurangan waktu blok pertama sejak diluncurkan, memangkas durasi dari 400 milidetik menjadi 330 milidetik—efisiensi 17,5%. Langkah ini langsung mendongkrak kecepatan transaksi, menguatkan klaim Solana sebagai “blockchain tercepat” di industri.

    Mengapa Ini Penting?

    Waktu blok yang lebih singkat berarti throughput jaringan meningkat. Data on-chain menunjukkan Solana kini mampu memproses hingga 6.000 transaksi per detik (TPS), melampaui Ethereum (15-30 TPS) dan bahkan Visa (1.700 TPS). “Ini bukan sekadar angka—ini bukti Solana siap menjadi infrastruktur global untuk aplikasi skala massal,” kata Anatoly Yakovenko, Co-Founder Solana, dalam cuitannya.

    Dalam 24 jam pasca-aktivasi, SOL terkoreksi tipis 0,8% ke level Rp2,45 juta (USD158), namun volume perdagangan melonjak 32% menjadi Rp18,7 triliun (USD1,2 miliar). Analis on-chain @SolanaFloor mencatat arus masuk bersih ke bursa terpusat mencapai 12,3 juta SOL (senilai Rp30,1 triliun), tanda akumulasi oleh investor institusional.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, Solana menjadi salah satu aset kripto paling aktif diperdagangkan. Data Indodax menunjukkan SOL menduduki peringkat ke-4 berdasarkan volume harian, dengan likuiditas harian rata-rata Rp1,2 triliun. “Upgrade ini memperkuat posisi Solana sebagai alternatif Ethereum di mata developer lokal,” ujar Oscar Darmawan, CEO Indodax. Namun, tantangan regulasi masih membayangi—Bappebti belum mengeluarkan izin resmi untuk staking SOL, meski aktivitas ini marak di platform seperti Pintu dan Reku.

    Katalis berikutnya yang dinantikan: peluncuran tokenisasi aset riil (RWA) di Solana oleh proyek lokal seperti KoinWorks, yang berpotensi menarik likuiditas baru senilai Rp5 triliun dalam 6 bulan ke depan.

    Sumber: decrypt, Solana Explorer, Indodax