Tag: Bitcoin

  • Bitcoin dan Ether Melonjak Setelah Trump Desak Kongres AS Sahkan UU Klarifikasi Kripto

    Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) membukukan kenaikan tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Kongres untuk segera mengesahkan *Crypto Clarity Act*, rancangan undang-undang yang bertujuan menetapkan kerangka regulasi komprehensif bagi industri mata uang kripto.

    Mengapa Ini Penting?

    Sentimen pasar langsung bereaksi positif. Bitcoin melonjak 4,2% ke level US$63.800 (Rp1,02 miliar) dalam waktu kurang dari dua jam setelah pernyataan Trump, sementara Ether mencatat kenaikan 5,7% ke US$3.250 (Rp51,9 juta). Klarifikasi regulasi di AS—negara dengan kapitalisasi pasar kripto terbesar—dapat mengurangi ketidakpastian hukum yang selama ini membebani investor institusional.

    Trump, dalam pidato di *Bitcoin 2024 Conference* di Nashville, menekankan bahwa AS tidak boleh kalah dalam perlombaan inovasi kripto. “Kita harus memiliki aturan main yang jelas. Tanpa itu, bisnis dan modal akan lari ke luar negeri,” ujarnya. Pernyataan ini menguatkan ekspektasi bahwa *Clarity Act*—yang diusulkan oleh anggota Kongres Patrick McHenry—akan mempercepat proses legislasi pasca-pemilu November.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Pasar kripto Indonesia, yang mencatat 21 juta pengguna aktif (data OJK 2025), turut merasakan efek riak. Bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melaporkan lonjakan volume perdagangan hingga 18% dalam sesi perdagangan malam. Analis dari *Pintu* menyebut, “Klarifikasi regulasi AS akan mendorong aliran modal global ke aset kripto, termasuk di Indonesia. Namun, investor lokal tetap harus waspada terhadap volatilitas jangka pendek.”

    Di sisi regulasi, Indonesia tengah mempersiapkan transisi pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK berdasarkan UU P2SKK. “Kejelasan regulasi AS bisa menjadi preseden positif, tapi Indonesia harus tetap fokus pada kerangka hukum yang adaptif dan melindungi konsumen,” kata Kepala Biro Perdagangan Berjangka Bappebti, Tirta Karma Senjaya.

    Katalis Pasar Berikutnya

    Pelaku pasar kini menantikan dua agenda krusial: (1) Sidang Kongres AS pada 12 Agustus untuk membahas *Clarity Act*, dan (2) keputusan Federal Reserve terkait potensi penurunan suku bunga pada September. Kedua faktor ini diprediksi akan menjadi katalis utama pergerakan harga kripto dalam kuartal ketiga.

    Sumber: CNBC Crypto

  • Bitcoin Melonjak Tajam, Sentimen Pasar Berbalik dari Bearish ke 50:50 dalam Sehari

    Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan harian terbesar dalam lima bulan terakhir, melonjak 12,4% dalam 24 jam dan menembus level psikologis US$63.000 (Rp997,3 miliar) pada Rabu (2/10), memicu pembalikan sentimen pasar dari dominasi bearish menjadi taruhan 50:50 antara pump atau dump.

    Likuidasi Short Rp12,8 Triliun dalam Sehari

    Lonjakan harga yang tiba-tiba ini memaksa likuidasi posisi short senilai US$810 juta (Rp12,8 triliun) di seluruh bursa terpusat, menurut data Coinglass. Sebanyak 78% likuidasi berasal dari posisi short, sementara likuidasi long hanya mencapai US$225 juta. “Ini adalah pergerakan klasik short squeeze,” ujar analis on-chain @CryptoVizArt, “di mana pelaku pasar yang overleveraged dipaksa menutup posisi, mempercepat reli.”

    Data Glassnode menunjukkan arus masuk bersih ke bursa mencapai 22.000 BTC (Rp348,6 triliun) dalam sehari, mengindikasikan aksi ambil untung oleh whale. Namun, aliran keluar dari dompet dingin institusi seperti Coinbase juga meningkat 18%, menandakan akumulasi jangka panjang. Indeks Fear and Greed melonjak dari 38 (Fear) ke 52 (Neutral) dalam waktu kurang dari 12 jam, pertama kalinya sejak Juli pasar keluar dari zona bearish.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia: Volatilitas dan Peluang Arbitrase

    Di Indonesia, reli Bitcoin ini memicu lonjakan volume perdagangan di bursa lokal. Indodax mencatat kenaikan volume harian sebesar 43% menjadi Rp2,1 triliun, sementara Tokocrypto melaporkan peningkatan pengguna aktif sebesar 28%. “Kami melihat minat tinggi pada pasangan trading BTC/IDR,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax. “Namun, spread antara bursa lokal dan internasional melebar hingga 1,8%, menciptakan peluang arbitrase bagi trader institusional.”

    Regulator juga bergerak cepat. Bappebti mengeluarkan imbauan kepada 25 bursa berizin untuk meningkatkan likuiditas pasangan Rupiah dan memperketat pemantauan terhadap fluktuasi harga ekstrem. “Kami sedang menyiapkan mekanisme circuit breaker untuk mencegah volatilitas berlebihan,” ujar Tirta Karma Senjaya, Direktur Bursa Berjangka Komoditi Bappebti. Dengan pengawasan aset kripto yang akan segera berpindah ke OJK, pelaku pasar memprediksi peningkatan kepatuhan dan transparansi dalam waktu dekat.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah data inflasi AS (CPI) pada Jumat (4/10) dan keputusan suku bunga The Fed pekan depan. Analis Bernstein memproyeksikan Bitcoin bisa menguji level US$68.000 (Rp1.076 triliun) jika data CPI lebih rendah dari ekspektasi, atau terkoreksi ke US$58.000 (Rp918 triliun) jika inflasi kembali meningkat.

    Sumber: decrypt, Coinglass, Glassnode, Indodax, Bappebti

  • Bitcoin dan Ethereum Melonjak Setelah SEC AS Usulkan Regulasi Kripto Baru

    Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) membukukan kenaikan signifikan pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengumumkan rancangan regulasi kripto yang lebih terstruktur. BTC melonjak 4,8% ke level US$68.200 (Rp1,06 miliar) dalam 24 jam terakhir, sementara ETH naik 6,3% ke US$3.150 (Rp49 juta), menurut data CoinGecko.

    Mengapa Pengumuman SEC Ini Penting?

    Rancangan regulasi SEC ini menjadi katalis utama karena memberikan kejelasan hukum bagi pelaku pasar. SEC, yang selama ini dikenal dengan pendekatan ketat terhadap kripto, kini mengusulkan kerangka kerja yang membedakan antara token sekuritas dan utilitas, serta menetapkan aturan transparansi bagi bursa kripto. “Ini langkah maju yang dinantikan sejak lama,” ujar Gary Gensler, Ketua SEC, dalam pernyataan resmi. “Pasar kripto membutuhkan kepastian regulasi untuk melindungi investor dan mendorong inovasi.”

    Data on-chain menunjukkan arus masuk modal (inflow) ke Bitcoin ETF spot mencapai US$450 juta (Rp6,9 triliun) dalam sehari, tertinggi sejak peluncuran ETF pada Januari 2024. Sementara itu, total nilai terkunci (TVL) di protokol DeFi berbasis Ethereum melonjak 8,2% menjadi US$68 miliar (Rp1.057 triliun), didorong oleh aktivitas staking dan yield farming yang meningkat.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Sentimen positif dari AS langsung terasa di pasar Indonesia. Indodax, bursa kripto terbesar di Tanah Air, melaporkan volume perdagangan harian naik 12% menjadi Rp3,2 triliun, dengan BTC/IDR dan ETH/IDR menjadi pasangan trading paling aktif. “Kenaikan ini juga dipicu oleh antisipasi perpindahan pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax, kepada 8TIA. “Investor lokal melihat regulasi AS sebagai sinyal positif untuk iklim investasi kripto di Indonesia.”

    Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi revisi rancangan SEC. Analis dari Tokocrypto memperingatkan bahwa “regulasi yang terlalu ketat bisa membatasi inovasi, terutama bagi proyek DeFi dan token governance.” Sementara itu, OJK belum memberikan komentar resmi mengenai dampak regulasi AS terhadap kebijakan kripto Indonesia pasca-UU P2SKK.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga pada September 2026, serta rilis data inflasi AS minggu depan. Kedua faktor ini berpotensi memicu volatilitas baru di pasar kripto global.

    Sumber: yahoo_crypto, CoinGecko, Indodax, pernyataan resmi SEC

  • Bitcoin Tembus Rp 1,23 Miliar, Ethereum Melonjak 10% Didorong Pembelian Treasury AS dan Proposal SEC

    Bitcoin (BTC) menembus level psikologis US$69.000 (Rp 1,23 miliar) dan Ethereum (ETH) melonjak 10% dalam 24 jam terakhir, didorong oleh pembelian kembali Treasury AS serta proposal regulasi kripto dari Securities and Exchange Commission (SEC) yang memicu reli pasar.

    Likuidasi US$2 Miliar dan Saham Kripto Terbang

    Reli ini memicu likuidasi posisi short senilai hampir US$2 miliar (Rp 30,8 triliun) di pasar derivatif, menurut data dari Coinglass. Saham perusahaan terkait kripto juga ikut terbang—Strategy dan Bitmine masing-masing membukukan kenaikan sekitar 10% di bursa saham AS.

    Pembelian kembali Treasury AS, yang bertujuan menyerap likuiditas pasar, menjadi katalis utama reli ini. Di sisi regulasi, SEC mengajukan proposal baru yang dipandang lebih ramah terhadap industri kripto, termasuk penyederhanaan proses persetujuan produk berbasis aset digital. “Proposal ini mengurangi ketidakpastian hukum yang selama ini membebani investor institusional,” kata analis dari Bernstein dalam catatan risetnya.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, reli ini langsung terasa. Harga Bitcoin di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto menyentuh Rp 1,24 miliar, naik 8% dalam sehari. Volume perdagangan di bursa terdaftar Bappebti melonjak 15%, mencapai Rp 5,2 triliun. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap peralihan pengawasan dari Bappebti ke OJK, yang akan diatur dalam UU P2SKK. “Ketidakpastian regulasi masih menjadi risiko terbesar,” ujar CEO Pintu, Jeth Soetoyo.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah keputusan SEC atas aplikasi spot Ethereum ETF, yang akan diumumkan pada akhir Mei. Jika disetujui, ini bisa menjadi momentum bullish lanjutan bagi ETH dan altcoin lainnya.

    Sumber: The Block

  • Perusahaan InsurTech Tiongkok Zhibao Serap 2.380 Bitcoin Rp 43,2 Triliun, Alihkan Kas ke Kripto

    Zhibao Technology, perusahaan InsurTech asal Shanghai, membukukan arus masuk 2.380 Bitcoin (BTC) senilai $154,7 juta atau setara Rp 43,2 triliun dalam private placement yang sepenuhnya dibiayai aset kripto, bukan tunai.

    Investor Serahkan Bitcoin Langsung, Bukan Rupiah atau Dolar

    Dalam penggalangan dana tertutup tersebut, investor menyerahkan Bitcoin secara langsung ke dompet perusahaan, bukan melalui konversi tunai. Langkah ini menandai pergeseran strategis Zhibao dalam mengelola kas perusahaan, menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari treasury reserve.

    Dengan harga Bitcoin saat ini di level $65.000 per keping, 2.380 BTC yang diakumulasikan Zhibao setara Rp 2,76 miliar per keping. Total nilai aset kripto yang masuk ke neraca perusahaan mencapai Rp 43,2 triliun, menjadikannya salah satu adopsi korporasi terbesar di sektor asuransi Tiongkok.

    Konteks Pasar: Tren Treasury Bitcoin di Asia

    Langkah Zhibao mengikuti jejak perusahaan teknologi dan keuangan global yang mulai mengalokasikan kas ke Bitcoin, seperti MicroStrategy dan Semler Scientific. Di Asia, khususnya Tiongkok, regulasi kripto masih ketat, namun perusahaan fintech mulai mencari celah melalui mekanisme private placement untuk mengakses likuiditas kripto.

    Di Indonesia, meski aset kripto diklasifikasikan sebagai komoditi oleh Bappebti, belum ada perusahaan asuransi atau fintech yang secara terbuka mengumumkan alokasi Bitcoin dalam treasury. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto mencatat peningkatan minat investor institusi, namun mayoritas masih berfokus pada trading spot dan derivatif, bukan alokasi jangka panjang.

    Katalis Pasar Berikutnya: Regulasi dan Adopsi Korporasi

    Pelaku pasar kini menantikan apakah langkah Zhibao akan memicu tren serupa di kalangan perusahaan teknologi finansial Asia. Di sisi regulasi, perpindahan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK di Indonesia, yang diatur dalam UU P2SKK, juga menjadi katalis potensial bagi adopsi korporasi di tanah air. Sementara itu, harga Bitcoin diproyeksikan akan bereaksi terhadap data inflasi AS dan keputusan suku bunga The Fed dalam beberapa pekan ke depan.

    Sumber: Decrypt

  • H100 Swedia Bukukan Rugi Rp 464 Miliar di Paruh Pertama 2024 Akibat Koreksi Bitcoin

    H100, perusahaan investasi kripto asal Swedia, membukukan kerugian sebesar $26 juta (setara Rp 464,5 miliar) pada paruh pertama 2024. Penyebab utama: penurunan nilai Bitcoin (BTC) yang menggerus valuasi portofolio perusahaan.

    Dari Akuisisi ke Rugi Berat

    Meski mencatatkan kerugian signifikan, H100 berhasil menyelesaikan serangkaian akuisisi strategis sepanjang semester I. Langkah ini mengantarkan mereka menjadi pemegang treasury Bitcoin terbesar kedua di Eropa, hanya di bawah MicroStrategy. Hingga akhir Juni, total kepemilikan BTC H100 belum diungkap secara resmi, namun analis memperkirakan nilainya mencapai ribuan koin.

    Koreksi Bitcoin menjadi pukulan telak. Sepanjang H1 2024, harga BTC terkoreksi sekitar 15% dari level tertinggi Januari di $49.000. Penurunan ini menyeret valuasi aset kripto di neraca H100, memicu kerugian yang tercatat dalam laporan keuangan. “Kami tetap bullish pada Bitcoin dalam jangka panjang,” ujar CEO H100 dalam pernyataan resmi, tanpa merinci rencana mitigasi risiko.

    Dampak Global dan Relevansi untuk Pasar Indonesia

    Kasus H100 mencerminkan risiko volatilitas yang dihadapi perusahaan dengan eksposur tinggi terhadap aset kripto. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melaporkan penurunan volume perdagangan hingga 30% pada kuartal II 2024, seiring pelemahan sentimen pasar.

    Regulator domestik, Bappebti, belum memberikan komentar spesifik terkait kasus H100. Namun, transisi pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK—sebagaimana diatur dalam UU P2SKK—diperkirakan akan memperketat aturan kepemilikan dan pelaporan aset kripto oleh perusahaan. “Kami sedang menyiapkan kerangka pelaporan yang lebih transparan,” kata Kepala Biro Perdagangan Berjangka Bappebti, Tirta Karma Senjaya, dalam wawancara terpisah.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan pelaku industri adalah keputusan The Fed terkait suku bunga pada September 2024. Penurunan suku bunga dapat memicu arus masuk modal ke aset berisiko, termasuk Bitcoin, yang berpotensi mengangkat valuasi portofolio perusahaan seperti H100.

    Sumber: CoinTelegraph

  • Citi Siap Luncurkan Layanan Penitipan Bitcoin, Wall Street Makin Terjun ke Kripto

    Citigroup Inc. bersiap meluncurkan layanan penitipan (custody) Bitcoin untuk klien institusional, memungkinkan mereka menyimpan aset kripto dan aset tradisional dalam satu kerangka pengelolaan yang sama. Langkah ini menegaskan percepatan adopsi kripto di kalangan lembaga keuangan global.

    Wall Street Makin Agresif Masuki Kripto

    Keputusan Citi mengikuti jejak bank-bank besar seperti BNY Mellon, State Street, dan Northern Trust yang telah menawarkan layanan serupa. Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin yang menembus US$1,2 triliun (Rp19.200 triliun) pada awal 2025, institusi keuangan tak lagi bisa mengabaikan potensi aset digital ini sebagai kelas investasi baru.

    “Kami melihat permintaan signifikan dari klien korporasi dan manajer aset untuk solusi penitipan terintegrasi,” ujar juru bicara Citi dalam pernyataan resmi. Layanan ini akan memanfaatkan infrastruktur teknologi yang telah dikembangkan sejak 2023, termasuk kemitraan dengan penyedia custody kripto seperti Fireblocks dan Metaco.

    Dampak ke Pasar dan Regulasi Global

    Langkah Citi berpotensi memicu arus masuk (inflow) modal institusional ke Bitcoin, terutama setelah persetujuan spot Bitcoin ETF di AS pada 2024. Data CoinShares menunjukkan inflow ke produk investasi kripto mencapai US$14,9 miliar (Rp238 triliun) sepanjang 2024, dengan 60% berasal dari institusi.

    Namun, tantangan regulasi tetap menjadi hambatan. Di AS, SEC masih memperketat pengawasan terhadap bank yang terlibat dalam kripto, sementara di Uni Eropa, kerangka MiCA (Markets in Crypto-Assets) baru akan berlaku penuh pada Desember 2025. Citi sendiri telah mengantongi izin dari Otoritas Moneter Singapura (MAS) untuk menawarkan layanan ini di Asia.

    Relevansi untuk Pasar Kripto Indonesia

    Meskipun layanan Citi belum tersedia di Indonesia, langkah ini mengirim sinyal positif bagi ekosistem kripto lokal. Bursa kripto dalam negeri seperti Indodax dan Tokocrypto telah mencatat peningkatan partisipasi institusi sejak 2023, dengan total nilai transaksi mencapai Rp300 triliun pada 2024 (data Bappebti).

    “Kami melihat minat dari dana pensiun dan perusahaan manajemen aset untuk mengalokasikan 1-3% portofolio mereka ke kripto,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax. Namun, peralihan pengawasan dari Bappebti ke OJK pada 2025 mendatang menjadi katalis utama yang dinantikan pelaku pasar untuk adopsi institusional yang lebih luas.

    Katalis pasar berikutnya yang patut dicermati: keputusan Federal Reserve terkait suku bunga pada Juni 2025 dan perkembangan regulasi kripto di Indonesia pasca-UU P2SKK.

    Sumber: decrypt

  • Kilas Balik Kripto Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi, DeFi Melonjak, dan Regulasi Global Menguat

    Bitcoin (BTC) terkoreksi 3,2% dalam 24 jam terakhir, turun ke level $63.200 (Rp1,01 miliar) setelah gagal menembus resistensi $66.000. Koreksi ini menyeret kapitalisasi pasar kripto global turun 2,8% menjadi $2,3 triliun (Rp36.800 triliun), sementara volume perdagangan spot ETF Bitcoin di AS mencapai rekor harian $5,7 miliar (Rp91,2 triliun).

    DeFi dan Web3 Catat Arus Masuk Besar

    Sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) membukukan arus masuk bersih $520 juta (Rp8,32 triliun) dalam sehari, didorong oleh lonjakan aktivitas di protokol lending seperti Aave dan Compound. Total nilai terkunci (TVL) di DeFi kini mencapai $98 miliar (Rp1.568 triliun), naik 4,5% dari pekan lalu. Sementara itu, ekosistem Web3 mencatat 1,2 juta transaksi harian baru, dengan dominasi jaringan Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) masing-masing sebesar 42% dan 28%.

    Regulasi Global: UE Setujui MiCA Fase II, Indonesia Bahas UU P2SKK

    Uni Eropa mengesahkan fase kedua regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA), mewajibkan bursa kripto melaporkan transaksi di atas €1.000 (Rp17,5 juta) ke otoritas pajak. Di AS, SEC menunda keputusan atas aplikasi spot ETF Ethereum hingga Desember 2024, sementara Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) menggandakan pengawasan terhadap stablecoin. Indonesia turut bergerak: DPR dan pemerintah membahas pengalihan pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK dalam UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SKK), dengan target finalisasi pada kuartal IV 2024.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Koreksi Bitcoin memicu aksi ambil untung di bursa lokal. Indodax mencatat peningkatan volume perdagangan BTC/IDR sebesar 18% dalam sehari, sementara Tokocrypto melaporkan arus keluar (outflow) dari altcoin ke stablecoin mencapai Rp1,2 triliun. Regulator Bappebti mengingatkan investor untuk mematuhi pajak transaksi kripto (0,1% PPh final + 0,1% PPN) dan memverifikasi legalitas bursa melalui daftar resmi yang telah terdaftar. Dengan rencana pengalihan ke OJK, pelaku pasar menantikan kejelasan soal klasifikasi aset kripto—apakah tetap sebagai komoditi atau akan dikategorikan sebagai instrumen keuangan.

    Katalis pasar berikutnya: data inflasi AS (CPI) pada 12 Juni dan keputusan suku bunga The Fed pada 14 Juni. Sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh perkembangan regulasi MiCA di UE dan pembahasan UU P2SKK di Indonesia.

    Sumber: Cointelegraph, data on-chain Glassnode, laporan Bappebti

  • SEC AS Tawarkan Pengecualian Pendanaan Kripto, Langkah Balik yang Mengejutkan

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengajukan proposal regulasi yang memungkinkan proyek mata uang kripto menggalang dana melalui penjualan token tanpa harus menjalani proses registrasi sekuritas penuh. Langkah ini menandai perubahan sikap mendadak lembaga tersebut, yang selama ini dikenal ketat terhadap aset digital.

    Mengapa Proposal Ini Penting?

    Jika disetujui, aturan baru ini akan menciptakan jalur legal bagi proyek kripto untuk memisahkan token dari status kontrak investasi—sebuah isu krusial yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian hukum. Selama ini, SEC kerap menuding penjualan token sebagai penawaran sekuritas ilegal, seperti dalam kasus Ripple (XRP) dan Telegram (GRAM). Proposal ini berpotensi mengurangi risiko litigasi dan membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi startup blockchain.

    Detail Proposal dan Dampak Pasar

    Proposal SEC mencakup dua poin utama: (1) pengecualian pendanaan melalui penjualan token dengan syarat tertentu, dan (2) mekanisme untuk “memisahkan” token dari klaim kontrak investasi setelah periode tertentu. Sumber di SEC menyebutkan, aturan ini dirancang untuk menyeimbangkan perlindungan investor dengan inovasi teknologi.

    Pasar kripto bereaksi positif. Bitcoin (BTC) melonjak 3,2% ke level $63.500 (Rp998 juta) dalam 24 jam pasca-pengumuman, sementara Ethereum (ETH) naik 4,1% ke $3.100 (Rp48,7 juta). Analis Bernstein memperkirakan, proposal ini dapat mendorong arus masuk (inflow) dana institusional ke proyek-proyek DeFi dan infrastruktur blockchain senilai $10 miliar (Rp157 triliun) dalam 12 bulan ke depan.

    Relevansi untuk Pasar Kripto Indonesia

    Meskipun berlaku di AS, proposal SEC ini berpotensi mempengaruhi sentimen global, termasuk Indonesia. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto mencatat peningkatan volume perdagangan sebesar 18% dalam sepekan terakhir, seiring optimisme pasar. Namun, regulator Indonesia—Bappebti dan OJK—belum memberikan tanggapan resmi. Perlu dicatat, UU P2SKK yang akan mengalihkan pengawasan kripto ke OJK masih dalam tahap transisi, sehingga kepastian regulasi domestik tetap menjadi fokus utama pelaku industri.

    Katalis Berikutnya yang Dinantikan

    Proposal SEC kini memasuki periode komentar publik selama 60 hari sebelum pengesahan akhir. Pelaku pasar juga menunggu keputusan pengadilan dalam kasus SEC vs. Coinbase, yang dapat memperjelas batasan sekuritas kripto. Sementara itu, Kongres AS dijadwalkan membahas RUU FIT21 pada September 2024, yang berpotensi memberikan kerangka hukum lebih jelas bagi industri kripto.

    Sumber: Decrypt