Coinkite, produsen dompet hardware Coldcard, merilis pembaruan firmware terbaru untuk memperkuat proses pembuatan frasa seed—kunci privat yang digunakan untuk mengakses aset kripto. Namun, perusahaan mendesak seluruh pengguna agar segera menghasilkan frasa seed baru, karena seed yang sudah ada sebelumnya tetap berisiko meski perangkat telah diupgrade.
Mengapa Frasa Seed Lama Masih Rentan?
Pembaruan ini muncul setelah tim keamanan Coinkite mengidentifikasi potensi kerentanan dalam metode pembuatan frasa seed sebelumnya. Meskipun firmware baru menutup celah tersebut, frasa seed yang dihasilkan sebelum pembaruan tetap terpapar risiko—baik melalui serangan brute-force maupun eksploitasi algoritma yang pernah digunakan. “Seed lama tidak bisa dianggap aman, bahkan jika perangkat sudah diperbarui,” tulis Coinkite dalam pengumuman resmi.
Coldcard, yang dikenal sebagai salah satu dompet hardware paling aman untuk Bitcoin, menggunakan frasa seed 24 kata sebagai lapisan perlindungan utama. Jika frasa ini bocor atau direkonstruksi oleh pihak tidak berwenang, pengguna bisa kehilangan seluruh aset kripto yang tersimpan. Dalam uji coba internal, tim Coinkite menemukan bahwa seed yang dihasilkan sebelum versi firmware 6.2.0 memiliki pola yang dapat diprediksi oleh alat analisis on-chain.
Langkah Mitigasi dan Dampak ke Pengguna
Coinkite merekomendasikan pengguna untuk:
- Segera menghasilkan frasa seed baru menggunakan firmware terbaru (versi 6.2.1 atau lebih tinggi).
- Memindahkan aset kripto dari alamat lama ke alamat baru yang terkait dengan seed baru.
- Menghapus seed lama dari perangkat setelah migrasi selesai.
Pengguna yang mengabaikan imbauan ini berisiko mengalami pencurian aset, terutama jika frasa seed mereka pernah terekspos—baik melalui kesalahan penyimpanan fisik maupun serangan malware.
Relevansi untuk Pengguna Kripto di Indonesia
Di Indonesia, di mana jumlah pengguna kripto mencapai 21 juta orang (data OJK 2025), keamanan dompet hardware seperti Coldcard menjadi krusial. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto mewajibkan pengguna untuk menyimpan frasa seed secara offline, namun banyak yang masih mengabaikan protokol keamanan dasar. “Mayoritas kasus kehilangan aset kripto di Indonesia disebabkan oleh kesalahan manusia, termasuk penyimpanan frasa seed yang tidak aman,” ujar perwakilan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I).
Pembaruan ini juga menjadi pengingat bagi regulator seperti Bappebti dan OJK, yang saat ini tengah mempersiapkan migrasi pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK (UU P2SKK). Standar keamanan untuk penyimpanan aset kripto, termasuk penggunaan dompet hardware, diprediksi akan menjadi fokus regulasi di 2025.
Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah rilis laporan audit independen terhadap firmware Coldcard versi terbaru, yang dijadwalkan pada akhir Oktober 2024. Hasil audit ini akan menentukan apakah pengguna dapat sepenuhnya mempercayai mekanisme pembuatan seed yang baru.
Sumber: CoinTelegraph