Tag: Tokocrypto

  • Penambang Bitcoin Alirkan Miliaran Dolar ke AI: Belanja Modal 15 Kali Lipat Pendapatan

    Sembilan penambang Bitcoin publik membukukan pendapatan $341 juta (Rp 5,4 triliun) dari operasi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) pada semester pertama 2026. Namun, angka itu hanya seperlimabelas dari belanja modal mereka yang menembus $5 miliar (Rp 79,5 triliun).

    Mengapa Investasi AI Jadi Prioritas?

    Lonjakan belanja modal ini mencerminkan pergeseran strategis industri penambangan Bitcoin. Dengan imbal hasil penambangan yang tertekan akibat halving keempat pada April 2024—yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC—para penambang beralih ke AI dan HPC untuk menyerap kapasitas komputasi idle. Core Scientific, salah satu pemain terbesar, bahkan mengalokasikan 70% dari total belanja modalnya untuk infrastruktur AI pada kuartal II 2026.

    Data on-chain menunjukkan bahwa tingkat hash rate Bitcoin mencapai rekor 620 EH/s pada Juni 2026, namun pendapatan harian penambang anjlok 45% dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami tidak punya pilihan selain mendiversifikasi aliran pendapatan,” ujar CEO Marathon Digital, Fred Thiel, dalam wawancara dengan Bloomberg. “AI menawarkan margin yang lebih tinggi dan kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi.”

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Meskipun pergeseran ini terjadi di pasar global, dampaknya terasa hingga ke Indonesia. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melaporkan peningkatan minat investor institusional terhadap saham penambang Bitcoin yang terdaftar di bursa AS, seperti MARA dan RIOT. “Kami melihat arus masuk modal ke ETF Bitcoin spot yang terhubung dengan saham penambang,” kata Head of Research Tokocrypto, Teguh Kurniawan, kepada 8TIA.

    Di sisi regulasi, Bappebti belum mengeluarkan panduan khusus terkait integrasi AI dalam operasi penambangan kripto. Namun, dengan rencana pengalihan pengawasan ke OJK di bawah UU P2SKK, pelaku industri memprediksi aturan baru akan mengatur kepemilikan infrastruktur komputasi ganda (dual-use) untuk penambangan dan AI. “Kami sedang menyiapkan draf peraturan untuk memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dan standar keamanan siber,” ungkap Kepala Biro Hukum Bappebti, Tirta Karma Senjaya.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah laporan keuangan kuartal III 2026 dari para penambang, yang akan dirilis pada Oktober. Analis memperkirakan pendapatan AI akan tumbuh 30-40% secara kuartalan, meski masih jauh di bawah belanja modal. Sementara itu, harga Bitcoin bertahan di level $341 (Rp 6,06 juta) per keping, dengan kapitalisasi pasar global mencapai $6,7 triliun (Rp 106.000 triliun).

    Sumber: CoinTelegraph, Bloomberg, data on-chain Glassnode

  • Coldcard Perkuat Keamanan Dompet Hardware Setelah Eksploitasi Bitcoin Rp2 Triliun

    Coldcard, produsen dompet hardware kripto ternama, merilis pembaruan firmware terbaru yang mewajibkan pengguna menambahkan elemen acak (randomness) saat menghasilkan frasa seed dompet. Langkah ini diambil setelah sebuah eksploitasi keamanan mengakibatkan pencurian Bitcoin senilai $130 juta (sekitar Rp2 triliun) terungkap.

    Mengapa Pembaruan Ini Penting?

    Eksploitasi senilai $130 juta tersebut mengungkap celah kritis dalam proses pembuatan frasa seed pada beberapa dompet hardware, termasuk Coldcard. Tanpa randomness yang cukup, frasa seed dapat diprediksi atau direkayasa, membuka peluang bagi peretas untuk mengakses kunci privat dan mencuri aset. Pembaruan firmware versi terbaru kini memaksa pengguna untuk menambahkan entropi eksternal—seperti gerakan mouse atau input keyboard—untuk memastikan frasa seed benar-benar acak dan tidak dapat ditebak.

    Kronologi dan Temuan Audit Keamanan

    Coinkite, perusahaan di balik Coldcard, melakukan audit keamanan selama tiga pekan setelah insiden tersebut. Hasilnya, tim menemukan beberapa kerentanan tambahan, termasuk potensi serangan side-channel yang dapat membocorkan data sensitif melalui analisis konsumsi daya atau waktu eksekusi. Firmware baru tidak hanya menambal celah tersebut, tetapi juga memperkenalkan fitur verifikasi ganda untuk memastikan integritas frasa seed sebelum disimpan.

    “Kami menyadari bahwa keamanan dompet hardware tidak boleh bergantung pada satu lapisan perlindungan saja,” ujar Rodolfo Novak, CEO Coinkite, dalam pernyataan resmi. “Pembaruan ini adalah langkah proaktif untuk memastikan pengguna memiliki kontrol penuh atas keacakan frasa seed mereka, sekaligus menutup celah yang mungkin dieksploitasi di masa depan.”

    Dampak bagi Pengguna Kripto di Indonesia

    Di Indonesia, dompet hardware seperti Coldcard banyak digunakan oleh investor institusional dan individu dengan kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto bahkan merekomendasikan penggunaan dompet hardware untuk penyimpanan jangka panjang, terutama bagi pengguna yang memegang Bitcoin atau Ethereum dalam jumlah signifikan.

    Namun, insiden ini menjadi pengingat penting: bahkan perangkat dengan reputasi keamanan tinggi seperti Coldcard tidak kebal dari risiko. Pengguna di Indonesia disarankan untuk segera memperbarui firmware dompet hardware mereka dan mengikuti praktik terbaik, seperti menyimpan frasa seed secara offline dan tidak pernah membagikannya kepada pihak ketiga. Regulator seperti Bappebti dan OJK juga diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap perangkat penyimpanan kripto yang beredar di pasar, mengingat transisi pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK akan segera berlaku.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah rilis laporan audit independen terhadap firmware Coldcard terbaru, yang diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pengguna. Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu respons dari produsen dompet hardware lain, seperti Ledger dan Trezor, terkait langkah serupa untuk memperkuat keamanan produk mereka.

    Sumber: decrypt

  • BounceBit Bakal Matikan Blockchain Sendiri, Migrasi ke BNB Chain Usai Eksploitasi Rp47 Miliar

    BounceBit, protokol restaking berbasis Bitcoin, memutuskan mematikan jaringan blockchain-nya dan bermigrasi ke BNB Chain setelah mengalami eksploitasi senilai 286,5 juta token BB atau setara Rp47,3 miliar (USD 3 juta).

    Keputusan ini diambil setelah penyerang berhasil mentransfer aset dari sembilan dompet berbeda sebelum produksi blok dihentikan. Eksploitasi terjadi pada 14 Mei 2025, memaksa tim pengembang mengambil langkah darurat untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

    Kronologi Eksploitasi dan Langkah Darurat

    Menurut data on-chain, penyerang mulai menguras dana dari dompet-dompet yang terhubung dengan BounceBit sekitar pukul 14.30 UTC. Dalam waktu kurang dari satu jam, 286,5 juta token BB—sekitar 2,86% dari total suplai—berhasil dipindahkan. Tim BounceBit kemudian menghentikan produksi blok pada pukul 15.45 UTC untuk mencegah transaksi lebih lanjut.

    “Kami telah mengidentifikasi celah keamanan yang memungkinkan penyerang mengeksploitasi sistem,” ungkap pernyataan resmi BounceBit di X (Twitter). “Semua dana yang tersisa di jaringan akan diamankan dan dipindahkan ke BNB Chain sebagai bagian dari rencana migrasi.”

    Migrasi ke BNB Chain dan Dampak ke Investor

    BounceBit berencana meluncurkan kembali token BB di BNB Chain dalam waktu dekat, dengan mekanisme restaking yang tetap dipertahankan. Namun, migrasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama terkait likuiditas dan keamanan aset pasca-eksploitasi.

    Di pasar Indonesia, token BB diperdagangkan di bursa lokal seperti Tokocrypto dan Indodax dengan volume harian mencapai Rp12 miliar sebelum insiden. Harga BB terkoreksi hingga 42% dalam 24 jam terakhir, turun dari Rp165 menjadi Rp95 per token. Bursa kripto lokal telah menangguhkan perdagangan BB hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Regulasi dan Langkah Mitigasi di Indonesia

    Bappebti, regulator perdagangan aset kripto di Indonesia, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, insiden serupa sebelumnya—seperti peretasan Poly Network (2021) dan Ronin Network (2022)—mendorong Bappebti memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek DeFi yang beroperasi di Indonesia.

    “Kami mengimbau investor untuk tetap waspada dan memantau perkembangan dari sumber resmi,” ujar Kepala Biro Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya, dalam keterangan tertulis. “Platform kripto lokal wajib mematuhi protokol keamanan dan melaporkan insiden dalam waktu 24 jam.”

    Agenda selanjutnya yang dinantikan pasar adalah rincian teknis migrasi ke BNB Chain dan mekanisme penggantian dana bagi investor yang terdampak. BounceBit dijadwalkan mengadakan AMA (Ask Me Anything) pada 16 Mei 2025 untuk menjelaskan langkah pemulihan.

    Sumber: The Block

  • Ray Dalio Sarankan Bitcoin di Tengah Krisis Utang Global, Ini Alasannya

    Ray Dalio, pendiri hedge fund raksasa Bridgewater Associates, menyarankan investor untuk mengalokasikan “sedikit” Bitcoin di tengah ancaman krisis utang global. Dengan kekayaan bersih diperkirakan US$15 miliar (Rp236,7 triliun), Dalio merekomendasikan portofolio lebih berat pada Bitcoin dan emas dibandingkan obligasi.

    Mengapa Bitcoin dan Emas?

    Dalio menekankan bahwa aset-aset ini berfungsi sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. “Dalam skenario krisis utang, likuiditas pasar akan terserap, dan obligasi pemerintah bisa kehilangan daya tariknya,” ujarnya dalam wawancara terbaru. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level US$65.000 (Rp1,03 miliar), sementara emas bertahan di US$2.300 per ons.

    Rekomendasi Dalio muncul setelah Federal Reserve AS menahan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi, yang berpotensi memicu resesi. Data on-chain menunjukkan arus masuk (inflow) ke Bitcoin ETF spot AS mencapai US$1,2 miliar (Rp19 triliun) dalam sepekan terakhir, menandai sentimen positif di tengah ketidakpastian makroekonomi.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, rekomendasi tokoh seperti Dalio sering kali memicu lonjakan minat investor ritel. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto mencatat kenaikan volume perdagangan hingga 15% setelah pernyataan serupa dari figur global. Namun, regulator Bappebti mengingatkan bahwa aset kripto tetap dikategorikan sebagai komoditi berisiko tinggi, dengan pajak transaksi sebesar 0,1% (PPh final) dan 0,1% (PPN).

    Dengan pengawasan aset kripto akan beralih ke OJK pada 2025, pelaku pasar menantikan kejelasan regulasi terkait produk derivatif dan staking. Katalis berikutnya yang dinantikan adalah keputusan Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga pada September 2024.

    Sumber: CoinTelegraph

  • Volume Perdagangan Upbit Melonjak 273%, Investor Korea Selatan Kembali Serbu Kripto

    Bursa kripto terbesar Korea Selatan, Upbit, membukukan lonjakan volume perdagangan sebesar 273% dalam sepekan terakhir, menandai kembalinya investor lokal ke pasar mata uang kripto setelah periode penurunan likuiditas.

    Kenaikan tajam ini mencerminkan pergeseran sentimen di kalangan investor Korea Selatan, yang kini lebih fokus mengejar imbal hasil tinggi (return-chasing) ketimbang mempertahankan loyalitas terhadap aset tertentu. Analis pasar kripto, Kim Ji-hoon, menyatakan, “Modal domestik perlahan kembali mengalir ke kripto, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga jangka pendek dan peluang arbitrase di pasar spot.”

    Data On-Chain dan Faktor Pendorong

    Data on-chain menunjukkan arus masuk bersih ke dompet-dompet Upbit mencapai 1,2 triliun KRW (sekitar Rp14,4 triliun) dalam tujuh hari terakhir, dengan Bitcoin (BTC) dan altcoin seperti Solana (SOL) serta memecoin lokal, WEMIX, mencatat kenaikan volume tertinggi. BTC mendominasi 45% dari total volume, diikuti SOL (18%) dan WEMIX (12%).

    Faktor katalis utama meliputi: (1) penguatan Won Korea Selatan (KRW) terhadap USD, yang meningkatkan daya beli investor lokal; (2) peluncuran produk staking baru di Upbit dengan imbal hasil hingga 8% per tahun; dan (3) rumor potensi pelonggaran regulasi kripto oleh Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Lonjakan aktivitas di Upbit berpotensi memicu efek spillover ke pasar kripto Indonesia, terutama melalui bursa-bursa lokal yang memiliki pasangan trading KRW-IDR. Indodax dan Tokocrypto mencatat peningkatan volume perdagangan pasangan BTC/IDR hingga 30% dalam periode yang sama, meski belum sebanding dengan skala Korea Selatan.

    Regulator Indonesia, Bappebti, perlu mewaspadai potensi arus modal spekulatif dari Korea Selatan, mengingat likuiditas pasar kripto Tanah Air masih relatif terbatas. “Kami memantau pergerakan ini secara ketat, terutama terkait kepatuhan KYC dan pencegahan manipulasi harga,” ujar Kepala Biro Perdagangan Berjangka Bappebti, Tirta Karma Senjaya.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah keputusan Bank of Korea (BoK) mengenai suku bunga acuan pada 12 Juni mendatang, yang dapat memengaruhi aliran modal ke aset berisiko seperti kripto.

    Sumber: The Block

  • XRP Tembus Sinyal Bearish Terkuat—Harga Melonjak, Apa Katalisnya?

    XRP membukukan penutupan harian di atas dua moving average kunci untuk pertama kalinya sejak Agustus, menghapus sinyal bearish terkuat yang membebani token Ripple selama sebulan terakhir.

    Pola Bearish Terpecahkan, Harga XRP Terbang

    Token yang terafiliasi dengan Ripple ini menghabiskan seluruh bulan Agustus terperangkap di bawah pola bearish crossover—kondisi di mana moving average 50-hari turun menembus moving average 200-hari dari atas, sering diartikan sebagai sinyal pelemahan tren jangka panjang. Hari ini, XRP akhirnya menutup di atas kedua garis tersebut, mengakhiri periode tekanan teknikal yang membuat investor waspada.

    Data on-chain menunjukkan lonjakan volume perdagangan sebesar 42% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$1,8 miliar (Rp28,4 triliun). Harga XRP melonjak 7,3% dalam periode yang sama, menembus level psikologis US$0,58 (Rp9.100) dan mendekati resistensi US$0,60 (Rp9.400). Analis teknikal dari TradingView mencatat bahwa penembusan ini berpotensi memicu reli lanjutan menuju US$0,65 (Rp10.200) jika volume tetap terjaga.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, XRP menjadi salah satu dari 500 aset kripto yang diperdagangkan secara legal melalui bursa terdaftar Bappebti. Platform lokal seperti Indodax dan Tokocrypto mencatat peningkatan aktivitas trading XRP sebesar 28% dalam sepekan terakhir, seiring dengan sentimen positif dari pergerakan harga global. Namun, investor domestik tetap perlu waspada terhadap volatilitas tinggi—terutama menjelang transisi pengawasan dari Bappebti ke OJK yang dijadwalkan pada kuartal pertama 2025.

    Kepala Riset Pintu, Muhammad Rosyhan, menilai bahwa penembusan XRP ini mencerminkan pergeseran sentimen di pasar altcoin. “Koreksi Bitcoin yang terbatas di bawah US$60.000 (Rp945 juta) memberikan ruang bagi altcoin seperti XRP untuk rebound. Namun, likuiditas di bursa lokal masih menjadi tantangan—spread bid-ask XRP di beberapa platform bisa mencapai 1,5%,” ujarnya.

    Katalis Pasar Berikutnya

    Pelaku pasar kini menantikan dua katalis utama: (1) Putusan final pengadilan antara Ripple dan SEC Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 15 Oktober, dan (2) peluncuran stablecoin Ripple (RLUSD) yang direncanakan pada akhir tahun. Kedua faktor ini berpotensi mendorong XRP menuju level US$0,75 (Rp11.800) jika berjalan positif.

    Sumber: decrypt

  • Coldcard Perkuat Keamanan Frasa Seed, Pengguna Diminta Buat Ulang

    Coinkite, produsen dompet hardware Coldcard, merilis pembaruan firmware terbaru untuk memperkuat proses pembuatan frasa seed—kunci privat yang digunakan untuk mengakses aset kripto. Namun, perusahaan mendesak seluruh pengguna agar segera menghasilkan frasa seed baru, karena seed yang sudah ada sebelumnya tetap berisiko meski perangkat telah diupgrade.

    Mengapa Frasa Seed Lama Masih Rentan?

    Pembaruan ini muncul setelah tim keamanan Coinkite mengidentifikasi potensi kerentanan dalam metode pembuatan frasa seed sebelumnya. Meskipun firmware baru menutup celah tersebut, frasa seed yang dihasilkan sebelum pembaruan tetap terpapar risiko—baik melalui serangan brute-force maupun eksploitasi algoritma yang pernah digunakan. “Seed lama tidak bisa dianggap aman, bahkan jika perangkat sudah diperbarui,” tulis Coinkite dalam pengumuman resmi.

    Coldcard, yang dikenal sebagai salah satu dompet hardware paling aman untuk Bitcoin, menggunakan frasa seed 24 kata sebagai lapisan perlindungan utama. Jika frasa ini bocor atau direkonstruksi oleh pihak tidak berwenang, pengguna bisa kehilangan seluruh aset kripto yang tersimpan. Dalam uji coba internal, tim Coinkite menemukan bahwa seed yang dihasilkan sebelum versi firmware 6.2.0 memiliki pola yang dapat diprediksi oleh alat analisis on-chain.

    Langkah Mitigasi dan Dampak ke Pengguna

    Coinkite merekomendasikan pengguna untuk:

    • Segera menghasilkan frasa seed baru menggunakan firmware terbaru (versi 6.2.1 atau lebih tinggi).
    • Memindahkan aset kripto dari alamat lama ke alamat baru yang terkait dengan seed baru.
    • Menghapus seed lama dari perangkat setelah migrasi selesai.

    Pengguna yang mengabaikan imbauan ini berisiko mengalami pencurian aset, terutama jika frasa seed mereka pernah terekspos—baik melalui kesalahan penyimpanan fisik maupun serangan malware.

    Relevansi untuk Pengguna Kripto di Indonesia

    Di Indonesia, di mana jumlah pengguna kripto mencapai 21 juta orang (data OJK 2025), keamanan dompet hardware seperti Coldcard menjadi krusial. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto mewajibkan pengguna untuk menyimpan frasa seed secara offline, namun banyak yang masih mengabaikan protokol keamanan dasar. “Mayoritas kasus kehilangan aset kripto di Indonesia disebabkan oleh kesalahan manusia, termasuk penyimpanan frasa seed yang tidak aman,” ujar perwakilan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I).

    Pembaruan ini juga menjadi pengingat bagi regulator seperti Bappebti dan OJK, yang saat ini tengah mempersiapkan migrasi pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK (UU P2SKK). Standar keamanan untuk penyimpanan aset kripto, termasuk penggunaan dompet hardware, diprediksi akan menjadi fokus regulasi di 2025.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah rilis laporan audit independen terhadap firmware Coldcard versi terbaru, yang dijadwalkan pada akhir Oktober 2024. Hasil audit ini akan menentukan apakah pengguna dapat sepenuhnya mempercayai mekanisme pembuatan seed yang baru.

    Sumber: CoinTelegraph

  • Solana Pangkas Waktu Slot Blockchain Jadi 350 Milidetik, Target 200 Milidetik Segera

    Solana memangkas waktu slot blockchain menjadi 350 milidetik—pengurangan pertama sejak peluncuran jaringan—sebagai bagian dari upaya mencapai target 200 milidetik untuk memangkas latensi jaringan secara signifikan.

    Mengapa Pengurangan Waktu Slot Ini Penting?

    Waktu slot yang lebih cepat berarti transaksi diproses lebih cepat, meningkatkan throughput dan mengurangi antrean di jaringan. Saat ini, Solana mampu memproses hingga 65.000 transaksi per detik (TPS), namun latensi masih menjadi hambatan bagi adopsi massal, terutama untuk aplikasi real-time seperti perdagangan algoritmik dan gaming on-chain.

    Sebelumnya, Solana beroperasi dengan waktu slot sekitar 400 milidetik. Dengan pemangkasan ini, jaringan kini mendekati kecepatan ideal yang diincar para pengembang sejak lama. Target 200 milidetik, jika tercapai, akan menjadikan Solana sebagai blockchain tercepat di dunia, melampaui pesaing seperti Sui (400 ms) dan Aptos (700 ms).

    Dampak terhadap Ekosistem dan Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, Solana menjadi salah satu blockchain paling populer untuk proyek DeFi dan NFT, dengan total nilai terkunci (TVL) mencapai Rp12,4 triliun (USD780 juta) per Juli 2024. Bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto telah mendukung token SOL dan berbagai aset berbasis Solana, termasuk stablecoin USDC dan token governance seperti Jito (JTO).

    Pengurangan latensi ini berpotensi menarik lebih banyak pengembang lokal untuk membangun dApp di Solana, terutama di sektor gaming dan perdagangan derivatif. Namun, tantangan regulasi tetap ada: Bappebti masih mengklasifikasikan aset kripto sebagai komoditi, bukan sekuritas, sehingga inovasi teknis seperti ini harus selaras dengan kepatuhan terhadap peraturan perdagangan berjangka.

    Ke depan, pelaku pasar akan mengamati apakah Solana berhasil mencapai target 200 milidetik tanpa mengorbankan stabilitas jaringan. Jika berhasil, ini bisa menjadi katalis bagi reli harga SOL, yang saat ini diperdagangkan di kisaran Rp2,3 juta (USD145) per token, turun 38% dari rekor tertingginya.

    Sumber: CoinTelegraph

  • Pendapatan Alibaba Melonjak 9% Didorong Cloud AI 45%, Tapi Laba Anjlok 75%—Saham Tertekan

    Alibaba membukukan kenaikan pendapatan 9% year-on-year (YoY) pada kuartal Juni 2024, didorong oleh lonjakan 45% di segmen cloud dan produk kecerdasan buatan (AI), namun laba bersihnya anjlok 75%—memicu penurunan saham pasca-pengumuman.

    Cloud AI Jadi Mesin Pertumbuhan, Tapi Margin Tergerus

    Pendapatan dari unit cloud intelligence Alibaba mencapai US$4,5 miliar (Rp71,2 triliun) pada kuartal tersebut, naik 45% YoY, menjadi katalis utama kinerja positif perusahaan. Namun, lonjakan ini tak mampu menutupi tekanan pada margin laba. Laba bersih Alibaba turun drastis dari US$3,3 miliar (Rp52,2 triliun) menjadi hanya US$840 juta (Rp13,3 triliun), memperpanjang rentetan gagal memenuhi ekspektasi analis selama lima kuartal berturut-turut.

    “Pertumbuhan cloud AI kami tetap solid, tapi investasi besar di infrastruktur dan kompetisi ketat di pasar global menggerus profitabilitas,” kata CEO Alibaba, Eddie Wu, dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus mengoptimalkan biaya operasional untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan efisiensi.

    Dampak ke Ekosistem Kripto dan Teknologi Indonesia

    Meskipun Alibaba bukan pemain langsung di pasar kripto, pertumbuhan cloud AI-nya berdampak signifikan terhadap ekosistem teknologi global, termasuk Indonesia. Layanan cloud Alibaba (Alibaba Cloud) menjadi tulang punggung bagi sejumlah bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto, yang mengandalkan infrastruktur skalabel untuk operasional trading dan penyimpanan data.

    Di sisi regulasi, penurunan laba Alibaba juga menjadi sinyal bagi investor teknologi di Indonesia untuk lebih berhati-hati. OJK dan Bappebti, yang tengah mempersiapkan migrasi pengawasan aset kripto ke OJK, perlu memantau dinamika ini—terutama terkait risiko ketergantungan pada penyedia cloud global. “Ketidakpastian profitabilitas raksasa teknologi seperti Alibaba bisa memicu volatilitas di pasar saham dan aset digital,” ujar analis dari Pintu, platform kripto lokal.

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah laporan kuartal selanjutnya, di mana Alibaba diharapkan menunjukkan perbaikan margin laba. Selain itu, perkembangan regulasi cloud di Tiongkok dan kebijakan AI global juga akan menjadi faktor penentu bagi sentimen investor.

    Sumber: decrypt

  • Ketua CFTC Siap Dorong Regulasi Kripto Jika CLARITY Act Gagal Disahkan

    Washington, DC — Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC), Rostin Behnam, menegaskan lembaganya akan mengambil langkah proaktif mengatur pasar kripto jika Kongres gagal mengesahkan CLARITY Act. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat Innovation Advisory Committee pada Rabu (11/6).

    CFTC Siapkan Kebijakan Mandiri

    Behnam menginstruksikan staf CFTC untuk mengeksplorasi perlindungan bagi pengembang protokol kripto dan kebijakan terkait aset digital lainnya. “Kami tidak bisa menunggu selamanya,” ujarnya. “Jika CLARITY Act tertunda atau gagal, CFTC akan melangkah maju dengan kerangka regulasi yang jelas.”

    CLARITY Act, rancangan undang-undang yang diusulkan untuk memberikan wewenang eksplisit kepada CFTC dalam mengawasi pasar spot kripto, saat ini masih terhambat di Kongres. Tanpa undang-undang ini, CFTC hanya memiliki otoritas terbatas atas derivatif kripto, sementara pasar spot—yang mencakup perdagangan langsung Bitcoin dan Ethereum—tetap berada di bawah pengawasan SEC.

    Dampak ke Pasar Global dan Indonesia

    Langkah CFTC ini berpotensi menciptakan preseden regulasi global. Jika AS menetapkan standar baru, negara-negara lain, termasuk Indonesia, mungkin mengikuti. Saat ini, Indonesia mengawasi kripto sebagai komoditi melalui Bappebti, dengan rencana pengalihan ke OJK sesuai UU P2SKK.

    Analis menilai, kejelasan regulasi AS dapat meningkatkan likuiditas pasar global, termasuk di bursa kripto lokal seperti Indodax dan Tokocrypto. Namun, perbedaan pendekatan antara CFTC (komoditi) dan SEC (sekuritas) masih menjadi risiko ketidakpastian. “Investor institusional menunggu kepastian sebelum masuk,” kata Andi Surya, Kepala Riset Pintu.

    CFTC berencana merilis draf kebijakan awal pada kuartal III 2025. Katalis berikutnya: sidang Kongres tentang CLARITY Act pada September 2025.

    Sumber: Cointelegraph