Tag: Standard Chartered

  • StanChart & HSBC Catat Transaksi Langsung Pertama di Ledger Blockchain Swift, Dorong Pembayaran Lintas Batas 24/7

    Standard Chartered dan HSBC membukukan tonggak sejarah dengan mengeksekusi transaksi langsung pertama di ledger blockchain milik Swift, menghubungkan sistem tokenized deposit masing-masing bank secara real-time. Inovasi ini menandai lompatan signifikan menuju pembayaran lintas batas yang interoperabel dan beroperasi 24 jam nonstop.

    Mengapa Ini Penting: Likuiditas Global dan Efisiensi

    Transaksi ini memecah sekat antara dua sistem tokenized deposit terpisah—teknologi yang mengubah simpanan bank menjadi token digital di blockchain—melalui infrastruktur Swift. Dampaknya langsung: likuiditas internasional yang lebih cepat, biaya transaksi yang terpotong, dan akses pasar yang lebih luas bagi nasabah korporasi. Swift, jaringan pesan keuangan global yang menghubungkan 11.500 institusi di 200 negara, kini mengintegrasikan blockchain untuk mengatasi hambatan klasik: keterlambatan kliring dan keterbatasan jam operasional.

    “Ini bukan sekadar uji coba teknis, melainkan validasi bahwa blockchain dapat beroperasi di skala sistem keuangan tradisional tanpa mengorbankan keamanan atau kepatuhan,” ujar Tom Zschach, Chief Innovation Officer Swift, dalam pernyataan resmi. Data on-chain menunjukkan transaksi ini memangkas waktu penyelesaian dari rata-rata 2-3 hari kerja menjadi hanya 12 menit, dengan biaya gas fee yang terkendali di bawah $0,5 per transaksi.

    Konteks Pasar: Indonesia dan Adopsi Tokenisasi Aset

    Di Indonesia, tren tokenized deposit dan aset digital masih dalam tahap awal, namun regulator mulai membuka ruang. Bappebti, melalui Peraturan No. 8 Tahun 2021, telah mengakui aset kripto sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan, termasuk instrumen berbasis token. Sementara itu, OJK—yang akan mengambil alih pengawasan kripto dari Bappebti—diprediksi akan mempercepat adopsi teknologi serupa untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran nasional.

    Bank-bank lokal seperti Bank Mandiri dan BCA telah melakukan uji coba blockchain untuk transfer antarbank, namun belum mencapai tahap tokenized deposit skala penuh. Keberhasilan StanChart dan HSBC ini bisa menjadi katalis bagi bank-bank Indonesia untuk berkolaborasi dengan bursa kripto lokal seperti Indodax atau Tokocrypto, yang telah memiliki infrastruktur custody dan likuiditas untuk aset token.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah pengumuman resmi Swift tentang perluasan jaringan blockchain-nya ke lebih banyak bank global, termasuk di Asia Tenggara. Jika terealisasi, transaksi lintas batas Rupiah ke mata uang asing bisa diproses dalam hitungan menit, bukan hari—sebuah terobosan yang akan menguntungkan eksportir-impor Indonesia yang selama ini bergantung pada sistem correspondent banking yang lambat dan mahal.

    Sumber: Cointelegraph