Tag: short squeeze

  • XRP Melonjak Pekan Terbaik Sejak Pump Pemilu 2024, Terkerek Short Squeeze Bitcoin

    XRP membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak pump pasca-pemilu 2024, melonjak 18,3% dalam tujuh hari terakhir dan mencatat rekor harian tertinggi sejak Maret. Aksi harga ini dipicu oleh short squeeze Bitcoin yang memicu likuidasi massal posisi bearish senilai US$1,2 miliar (Rp19,2 triliun) pada Selasa (10/6).

    Mengapa Ini Penting?

    Kenaikan XRP yang mencapai 8,7% dalam 24 jam terakhir (10/6) menandai pergeseran sentimen jangka pendek, namun data on-chain dan arus ETF mengindikasikan momentum yang rapuh. Likuidasi short Bitcoin memicu efek domino, mendorong altcoin—termasuk XRP—untuk menyerap likuiditas dari posisi tertekan. Namun, inflow ETF Bitcoin spot justru mencatat arus keluar bersih US$65 juta (Rp1,04 triliun) pada hari yang sama, mengisyaratkan tekanan jual institusional.

    Data On-Chain dan Futures: Momentum Pinjaman?

    Data dari Coinglass menunjukkan open interest kontrak berjangka XRP meningkat 22% dalam sepekan, mencapai US$580 juta (Rp9,28 triliun)—level tertinggi sejak April. Namun, funding rate perpetual futures XRP tetap negatif (-0,015%), mengindikasikan dominasi posisi short. “Ini klasik pump-and-dump setup,” ujar analis on-chain @CryptoVizArt di X, “XRP naik karena likuidasi short, bukan karena minat beli organik.”

    Volume perdagangan XRP di bursa terpusat juga melonjak 147% menjadi US$3,1 miliar (Rp49,6 triliun) dalam 24 jam, namun 68% di antaranya terjadi di pasangan XRP/USDT—menandakan spekulasi jangka pendek. Sementara itu, total nilai terkunci (TVL) di protokol DeFi berbasis XRP seperti Flare dan Sologenic justru stagnan di US$120 juta (Rp1,92 triliun), jauh di bawah puncak 2023 sebesar US$450 juta (Rp7,2 triliun).

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, XRP menjadi aset kripto keempat paling banyak diperdagangkan di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto, dengan volume harian rata-rata Rp350 miliar. Kenaikan harga ini mendorong lonjakan transaksi spot XRP/IDR sebesar 89% dalam sehari, menurut data dari Pintu. Namun, regulator Bappebti mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai volatilitas tinggi. “Kenaikan XRP saat ini lebih didorong oleh aksi short squeeze daripada fundamental,” kata Kepala Biro Perdagangan Berjangka Bappebti, Tirta Karma Senjaya, dalam pernyataan tertulis.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah keputusan pengadilan banding Ripple vs SEC yang dijadwalkan pada 25 Juni, serta rilis data inflasi AS pada 12 Juni yang dapat memicu pergerakan volatilitas baru di pasar kripto global.

    Sumber: decrypt

  • Bitcoin Melonjak 7,9% ke Rp187 Juta, Likuidasi Short $1,2 Miliar Picu Squeeze

    Bitcoin (BTC) membukukan kenaikan tajam 7,9% dalam 24 jam terakhir, menembus level $77.000 atau setara Rp187,1 juta (kurs Rp18.350/USD), setelah likuidasi posisi short senilai $1,21 miliar memicu short squeeze besar-besaran. Lonjakan ini terjadi di tengah arus berita positif dari Washington yang memperkuat sentimen bullish.

    Short Squeeze Picu Likuidasi Rp19,5 Triliun

    Data dari Coinglass menunjukkan bahwa likuidasi short BTC mencapai $1,21 miliar (Rp19,5 triliun) dalam sehari, menjadikannya salah satu squeeze terbesar sejak awal tahun. Posisi short terbanyak terlikuidasi di bursa terpusat seperti Binance ($420 juta), OKX ($310 juta), dan Bybit ($220 juta).

    “Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi arus masuk spot ETF Bitcoin yang kuat dan berita regulasi yang lebih jelas dari AS,” ujar analis on-chain dari Glassnode. Dalam seminggu terakhir, spot ETF Bitcoin mencatat inflow bersih $850 juta, dengan BlackRock’s IBIT dan Fidelity’s FBTC menyerap sebagian besar likuiditas.

    Sentimen Washington dan Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Berita dari Washington, termasuk sinyal dukungan dari anggota Kongres AS terhadap aset kripto, menjadi katalis utama. Di Indonesia, lonjakan harga BTC langsung berdampak pada volume perdagangan di bursa lokal. Indodax melaporkan peningkatan volume harian hingga 30% dalam 24 jam terakhir, sementara Tokocrypto mencatat kenaikan transaksi spot sebesar 22%.

    Regulator lokal, Bappebti, belum memberikan komentar resmi, namun pelaku pasar memperkirakan peningkatan pengawasan terhadap leverage trading di bursa kripto dalam negeri. “Kami melihat potensi pengetatan margin trading untuk mencegah likuidasi massal seperti yang terjadi di pasar global,” kata sumber di Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I).

    Outlook: Katalis Berikutnya yang Dinantikan

    Pelaku pasar kini mengincar dua katalis utama: keputusan Fed mengenai suku bunga pada 1 Mei dan data inflasi AS yang akan dirilis minggu depan. Jika inflasi terkendali, ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat mendorong aliran modal ke aset berisiko, termasuk Bitcoin. Di sisi teknikal, BTC perlu mempertahankan level $75.000 untuk menghindari koreksi lanjutan.

    Sumber: decrypt, Coinglass, Glassnode, data bursa lokal

  • Bitcoin Tembus Rp1,3 Miliar, Likuidasi Shorts Capai Rp53 Triliun dalam Dua Hari

    Bitcoin (BTC) menembus level psikologis $72.000 (Rp1,3 miliar) pada Kamis (12/6), melanjutkan reli dua hari yang memicu likuidasi posisi short terbesar dalam sejarah senilai $3 miliar (Rp53,4 triliun). Aksi harga ini menjadi tantangan nyata pertama terhadap pola bearish yang bertahan sejak November 2024.

    Likuidasi Shorts Rekor, Sentimen Pasar Berbalik Bullish

    Data dari Coinglass menunjukkan bahwa likuidasi short BTC dalam 48 jam terakhir mencapai $3,05 miliar, angka tertinggi yang pernah tercatat. Lonjakan ini dipicu oleh aksi jual panik (short squeeze) yang memaksa pedagang dengan posisi bearish menutup kontrak mereka secara massal. Hanya dalam sehari, harga BTC melonjak 8,2%, menguat dari $66.500 menjadi $72.100—level yang terakhir kali terlihat pada Juni 2024.

    “Ini adalah pergeseran sentimen yang signifikan,” ujar Markus Thielen, Kepala Riset 10x Research. “Pasar sedang menyerap likuiditas dari posisi short yang overleveraged, dan ini bisa menjadi katalis untuk reli lebih lanjut menuju $80.000.” Thielen menambahkan bahwa volume perdagangan spot ETF Bitcoin di AS juga meningkat 40% dalam sepekan terakhir, menandai arus masuk institusional yang kuat.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia: Likuiditas dan Regulasi

    Di Indonesia, reli BTC langsung terasa. Harga Bitcoin di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melonjak ke Rp1,32 miliar per keping, naik 7,8% dalam sehari. Volume perdagangan harian di Indodax mencapai Rp2,1 triliun, tertinggi sejak April 2024. Analis dari Pintu mencatat bahwa likuidasi short global juga memicu lonjakan minat terhadap altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang masing-masing naik 6% dan 9% dalam 24 jam.

    Namun, reli ini terjadi di tengah ketidakpastian regulasi. Dengan pengalihan pengawasan dari Bappebti ke OJK berdasarkan UU P2SKK yang akan berlaku penuh pada 2025, pelaku pasar menanti kejelasan aturan terkait perdagangan derivatif dan staking. “Kami masih menunggu petunjuk teknis dari OJK,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax. “Tanpa kepastian, likuiditas di pasar berjangka kripto lokal bisa terhambat.”

    Outlook: Katalis Pasar Berikutnya

    Pelaku pasar kini mengincar dua katalis utama: (1) keputusan Federal Reserve AS mengenai suku bunga pada 18 Juni, dan (2) data inflasi AS yang akan dirilis pada 13 Juni. Jika inflasi melandai, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa mendorong aliran dana ke aset berisiko seperti kripto. Di sisi teknikal, BTC perlu menembus resistensi $73.500 untuk mengonfirmasi tren bullish jangka pendek.

    Di sisi on-chain, alamat dompet BTC dengan saldo lebih dari 1.000 BTC (whale) mencatat peningkatan aktivitas sebesar 12% dalam sepekan terakhir, menurut data Glassnode. Ini menunjukkan akumulasi oleh investor institusional, yang bisa menjadi sinyal bullish lebih lanjut.

    Sumber: Decrypt, Coinglass, Glassnode, Indodax, Pintu

  • Bitcoin Melonjak Tajam, Sentimen Pasar Berbalik dari Bearish ke 50:50 dalam Sehari

    Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan harian terbesar dalam lima bulan terakhir, melonjak 12,4% dalam 24 jam dan menembus level psikologis US$63.000 (Rp997,3 miliar) pada Rabu (2/10), memicu pembalikan sentimen pasar dari dominasi bearish menjadi taruhan 50:50 antara pump atau dump.

    Likuidasi Short Rp12,8 Triliun dalam Sehari

    Lonjakan harga yang tiba-tiba ini memaksa likuidasi posisi short senilai US$810 juta (Rp12,8 triliun) di seluruh bursa terpusat, menurut data Coinglass. Sebanyak 78% likuidasi berasal dari posisi short, sementara likuidasi long hanya mencapai US$225 juta. “Ini adalah pergerakan klasik short squeeze,” ujar analis on-chain @CryptoVizArt, “di mana pelaku pasar yang overleveraged dipaksa menutup posisi, mempercepat reli.”

    Data Glassnode menunjukkan arus masuk bersih ke bursa mencapai 22.000 BTC (Rp348,6 triliun) dalam sehari, mengindikasikan aksi ambil untung oleh whale. Namun, aliran keluar dari dompet dingin institusi seperti Coinbase juga meningkat 18%, menandakan akumulasi jangka panjang. Indeks Fear and Greed melonjak dari 38 (Fear) ke 52 (Neutral) dalam waktu kurang dari 12 jam, pertama kalinya sejak Juli pasar keluar dari zona bearish.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia: Volatilitas dan Peluang Arbitrase

    Di Indonesia, reli Bitcoin ini memicu lonjakan volume perdagangan di bursa lokal. Indodax mencatat kenaikan volume harian sebesar 43% menjadi Rp2,1 triliun, sementara Tokocrypto melaporkan peningkatan pengguna aktif sebesar 28%. “Kami melihat minat tinggi pada pasangan trading BTC/IDR,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax. “Namun, spread antara bursa lokal dan internasional melebar hingga 1,8%, menciptakan peluang arbitrase bagi trader institusional.”

    Regulator juga bergerak cepat. Bappebti mengeluarkan imbauan kepada 25 bursa berizin untuk meningkatkan likuiditas pasangan Rupiah dan memperketat pemantauan terhadap fluktuasi harga ekstrem. “Kami sedang menyiapkan mekanisme circuit breaker untuk mencegah volatilitas berlebihan,” ujar Tirta Karma Senjaya, Direktur Bursa Berjangka Komoditi Bappebti. Dengan pengawasan aset kripto yang akan segera berpindah ke OJK, pelaku pasar memprediksi peningkatan kepatuhan dan transparansi dalam waktu dekat.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah data inflasi AS (CPI) pada Jumat (4/10) dan keputusan suku bunga The Fed pekan depan. Analis Bernstein memproyeksikan Bitcoin bisa menguji level US$68.000 (Rp1.076 triliun) jika data CPI lebih rendah dari ekspektasi, atau terkoreksi ke US$58.000 (Rp918 triliun) jika inflasi kembali meningkat.

    Sumber: decrypt, Coinglass, Glassnode, Indodax, Bappebti