Tag: Fear and Greed

  • Bitcoin Melonjak Tajam, Sentimen Pasar Berbalik dari Bearish ke 50:50 dalam Sehari

    Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan harian terbesar dalam lima bulan terakhir, melonjak 12,4% dalam 24 jam dan menembus level psikologis US$63.000 (Rp997,3 miliar) pada Rabu (2/10), memicu pembalikan sentimen pasar dari dominasi bearish menjadi taruhan 50:50 antara pump atau dump.

    Likuidasi Short Rp12,8 Triliun dalam Sehari

    Lonjakan harga yang tiba-tiba ini memaksa likuidasi posisi short senilai US$810 juta (Rp12,8 triliun) di seluruh bursa terpusat, menurut data Coinglass. Sebanyak 78% likuidasi berasal dari posisi short, sementara likuidasi long hanya mencapai US$225 juta. “Ini adalah pergerakan klasik short squeeze,” ujar analis on-chain @CryptoVizArt, “di mana pelaku pasar yang overleveraged dipaksa menutup posisi, mempercepat reli.”

    Data Glassnode menunjukkan arus masuk bersih ke bursa mencapai 22.000 BTC (Rp348,6 triliun) dalam sehari, mengindikasikan aksi ambil untung oleh whale. Namun, aliran keluar dari dompet dingin institusi seperti Coinbase juga meningkat 18%, menandakan akumulasi jangka panjang. Indeks Fear and Greed melonjak dari 38 (Fear) ke 52 (Neutral) dalam waktu kurang dari 12 jam, pertama kalinya sejak Juli pasar keluar dari zona bearish.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia: Volatilitas dan Peluang Arbitrase

    Di Indonesia, reli Bitcoin ini memicu lonjakan volume perdagangan di bursa lokal. Indodax mencatat kenaikan volume harian sebesar 43% menjadi Rp2,1 triliun, sementara Tokocrypto melaporkan peningkatan pengguna aktif sebesar 28%. “Kami melihat minat tinggi pada pasangan trading BTC/IDR,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax. “Namun, spread antara bursa lokal dan internasional melebar hingga 1,8%, menciptakan peluang arbitrase bagi trader institusional.”

    Regulator juga bergerak cepat. Bappebti mengeluarkan imbauan kepada 25 bursa berizin untuk meningkatkan likuiditas pasangan Rupiah dan memperketat pemantauan terhadap fluktuasi harga ekstrem. “Kami sedang menyiapkan mekanisme circuit breaker untuk mencegah volatilitas berlebihan,” ujar Tirta Karma Senjaya, Direktur Bursa Berjangka Komoditi Bappebti. Dengan pengawasan aset kripto yang akan segera berpindah ke OJK, pelaku pasar memprediksi peningkatan kepatuhan dan transparansi dalam waktu dekat.

    Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah data inflasi AS (CPI) pada Jumat (4/10) dan keputusan suku bunga The Fed pekan depan. Analis Bernstein memproyeksikan Bitcoin bisa menguji level US$68.000 (Rp1.076 triliun) jika data CPI lebih rendah dari ekspektasi, atau terkoreksi ke US$58.000 (Rp918 triliun) jika inflasi kembali meningkat.

    Sumber: decrypt, Coinglass, Glassnode, Indodax, Bappebti