Tag: Ether

  • ETF Bitcoin dan Ether Rekam Inflow Rp45,3 Triliun dalam Pekan Terkuat Sejak Oktober, Volume Perdagangan Melonjak 3 Kali Lipat

    ETF Bitcoin dan Ether membukukan arus masuk bersih senilai $2,6 miliar (Rp45,3 triliun) dalam pekan terkuat sejak Oktober 2023, sementara volume perdagangan gabungan melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi $29 miliar (Rp504,7 triliun).

    Reli Harga Dorong Minat Investor Institusional

    Lonjakan inflow terjadi seiring reli harga Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) yang masing-masing menembus level psikologis $66.000 (Rp1,15 miliar) dan $3.400 (Rp59,1 juta). Data on-chain menunjukkan bahwa 80% inflow berasal dari ETF spot Bitcoin, sementara ETF Ether menyumbang sisanya. Meski demikian, kedua kategori ETF masih mencatat kinerja negatif year-to-date (YTD), dengan Bitcoin terkoreksi 4,2% dan Ether turun 12,7% sejak awal tahun.

    “Inflow sebesar ini menandai kembalinya kepercayaan investor institusional, terutama setelah periode likuidasi besar-besaran pada kuartal pertama,” ujar analis dari Kaiko Research. Volume perdagangan harian ETF Bitcoin bahkan sempat menyentuh $10 miliar (Rp174 triliun) pada Rabu (12/6), level tertinggi sejak peluncuran produk tersebut di Amerika Serikat pada Januari lalu. Namun, reli ini belum sepenuhnya mengimbangi outflow yang terjadi sepanjang April-Mei, ketika investor menarik dana senilai $14 miliar (Rp243,6 triliun) dari ETF kripto.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia: Likuiditas dan Regulasi

    Di Indonesia, lonjakan inflow ETF global berpotensi meningkatkan likuiditas pasar kripto lokal, terutama melalui bursa-bursa terdaftar seperti Indodax dan Tokocrypto. Harga Bitcoin di bursa lokal saat ini diperdagangkan pada Rp1,16 miliar per keping, sedikit di atas harga global akibat spread dan biaya transaksi. Namun, adopsi ETF kripto di Indonesia masih terbatas karena regulasi Bappebti yang mengklasifikasikan aset kripto sebagai komoditi, bukan instrumen investasi seperti ETF.

    “Pemindahan pengawasan dari Bappebti ke OJK berdasarkan UU P2SKK membuka peluang bagi produk-produk seperti ETF kripto di masa depan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi. Saat ini, investor Indonesia hanya dapat mengakses ETF kripto melalui platform luar negeri yang terdaftar di Bappebti, dengan pajak transaksi sebesar 0,2% (PPh final + PPN).

    Katalis pasar berikutnya yang dinantikan adalah keputusan SEC AS terhadap aplikasi ETF spot Ether tahap kedua, yang diperkirakan akan diumumkan pada akhir Juni. Jika disetujui, hal ini dapat memicu inflow tambahan hingga $5 miliar (Rp87 triliun) dalam tiga bulan pertama, menurut estimasi Bernstein Research.

    Sumber: The Block

  • ETF Bitcoin Catat Inflow Rp10,1 Triliun di Agustus, Ether ETF Terima Arus Masuk Terbesar Sejak Oktober

    ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus masuk (inflow) senilai $608 juta (Rp10,1 triliun) dalam sepekan terakhir, mendorong total inflow Agustus menjadi $2,07 miliar (Rp34,5 triliun)—rekor tertinggi sejak 2026. Sementara itu, ETF Ether mencatat inflow terbesar sejak Oktober, seiring Bitcoin (BTC) menembus level $75.000 (Rp1,25 miliar) dan Ether (ETH) melonjak ke $2.357 (Rp39,2 juta).

    Mengapa Inflow ETF Ini Penting?

    Arus masuk ETF Bitcoin dan Ether menjadi indikator sentimen investor institusional terhadap aset kripto. Inflow sebesar $2,07 miliar pada Agustus menunjukkan minat yang terus menguat, terutama setelah koreksi pasar pada Juli. Data on-chain dari CoinShares menunjukkan bahwa ETF Bitcoin menyumbang 85% dari total inflow, sementara ETF Ether menyerap sisa 15%, atau setara $310 juta—angka tertinggi sejak Oktober 2023.

    “Ini menandai pergeseran signifikan dalam preferensi investor,” ujar James Butterfill, Head of Research CoinShares. “ETF Ether mulai dilirik sebagai alternatif diversifikasi, terutama setelah persetujuan spot ETF Ether oleh SEC pada Mei lalu.” Harga BTC dan ETH yang bergerak di atas level psikologis—$75.000 untuk BTC dan $2.300 untuk ETH—juga memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap reli lanjutan.

    Dampak ke Pasar Kripto Indonesia

    Di Indonesia, reli harga BTC dan ETH langsung terasa. Volume perdagangan BTC di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto melonjak 22% dalam sepekan terakhir, menurut data CoinGecko. Kapitalisasi pasar kripto Indonesia kini mencapai Rp280 triliun, dengan BTC dan ETH mendominasi 68% pangsa pasar. Namun, regulator tetap waspada. Bappebti, yang akan segera menyerahkan pengawasan kripto ke OJK sesuai UU P2SKK, belum memberikan sinyal pelonggaran regulasi terkait produk ETF kripto di pasar domestik.

    “Investor ritel Indonesia masih mengandalkan spot trading dan staking,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax. “ETF kripto belum bisa diakses secara langsung, tapi arus masuk ETF global ini memicu optimisme dan likuiditas di pasar lokal.”

    Katalis Pasar Berikutnya

    Pelaku pasar kini menantikan dua katalis utama: (1) keputusan The Fed terkait potensi pemangkasan suku bunga pada September, yang dapat mendorong aliran dana ke aset berisiko seperti kripto; dan (2) data inflasi AS yang akan dirilis pekan depan, yang bisa memicu volatilitas jangka pendek. Jika inflow ETF Bitcoin dan Ether terus berlanjut, level resistensi $80.000 untuk BTC dan $2.500 untuk ETH diprediksi akan diuji dalam beberapa minggu ke depan.

    Sumber: CoinTelegraph