Tag: BSSN

  • Microsoft Tutup Celah Keamanan ‘Perfect 10’ di Entra ID, Ancaman Eksekusi Kode Jarak Jauh Terhenti

    Microsoft berhasil menambal celah keamanan kritis di layanan identitas cloud Entra ID yang berpotensi memungkinkan peretas mengeksekusi kode secara remote. Kerentanan ini, yang diberi skor keparahan sempurna 10,0 dari skala Common Vulnerability Scoring System (CVSS), telah ditangani sebelum publikasi CVE-nya.

    Mengapa Celah Ini Sangat Berbahaya?

    Celah keamanan ini dikategorikan sebagai “zero-day” dengan risiko tertinggi karena memungkinkan serangan tanpa autentikasi. Peretas dapat memanfaatkannya untuk mengambil alih sistem tanpa memerlukan kredensial pengguna. Microsoft, dalam laporannya, menegaskan belum menemukan bukti eksploitasi aktif terhadap kerentanan ini sebelum perbaikan dirilis.

    “Ini adalah jenis celah yang paling ditakuti di dunia keamanan siber,” ujar pakar keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang enggan disebutkan namanya. “Dengan skor CVSS 10, dampaknya bisa meluas ke seluruh infrastruktur cloud, termasuk layanan yang terintegrasi dengan Entra ID.”

    Dampak terhadap Pengguna dan Ekosistem Kripto

    Meskipun Microsoft memastikan tidak ada eksploitasi, celah ini berpotensi mengancam ekosistem kripto yang mengandalkan layanan cloud Microsoft Azure. Bursa kripto terpusat seperti Indodax dan Tokocrypto, yang menggunakan infrastruktur cloud untuk operasional, berisiko terdampak jika celah ini tidak segera ditambal. “Kami terus memantau perkembangan dan memastikan semua sistem kami telah diperbarui,” kata perwakilan Tokocrypto dalam pernyataan tertulis.

    Di Indonesia, regulator seperti Bappebti dan OJK belum mengeluarkan peringatan khusus terkait celah ini. Namun, perusahaan fintech dan platform kripto diimbau untuk segera menerapkan patch keamanan terbaru dari Microsoft guna mencegah potensi serangan siber.

    Katalis berikutnya yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan munculnya kerentanan serupa di layanan cloud lain, seperti Amazon Web Services (AWS) atau Google Cloud, yang juga banyak digunakan oleh pelaku industri kripto global.

    Sumber: decrypt