Saham Moderna (MRNA) melonjak 131% dalam sehari setelah perusahaan bioteknologi ini mengumumkan keberhasilan uji klinis Fase 3 vaksin kanker yang mengungguli standar perawatan eksisting. Lonjakan tersebut menyerap likuiditas USD4,8 miliar (Rp76,2 triliun) dari posisi short seller, menjadikannya salah satu reli saham terbesar di sektor kesehatan tahun ini.
Mengapa Ini Penting?
Keberhasilan Moderna menembus Fase 3—tahap krusial sebelum persetujuan regulasi—mengubah peta persaingan terapi kanker. Vaksin eksperimental ini, yang dikembangkan bersama Merck & Co., menargetkan melanoma stadium lanjut dengan pendekatan imunoterapi personalisasi. Jika disetujui FDA, produk ini berpotensi menjadi vaksin kanker pertama yang dipasarkan secara massal, membuka aliran pendapatan baru di luar portofolio vaksin COVID-19 Moderna.
Data Pasar dan Dampak Short Seller
Volume perdagangan saham Moderna mencapai 1,2 miliar lembar pada sesi tersebut, 15 kali lipat rata-rata harian. Kapitalisasi pasar perusahaan melonjak USD12,4 miliar (Rp197 triliun) dalam satu hari, menembus level USD50 miliar untuk pertama kalinya sejak 2022. Sementara itu, data S3 Partners mencatat kerugian short seller mencapai USD4,8 miliar—setara 6,3% dari total short interest terhadap saham Moderna sebelum pengumuman.
“Ini adalah validasi klinis langka untuk teknologi mRNA di luar konteks pandemi,” ujar Brad Loncar, CEO Loncar Investments, dalam wawancara Bloomberg. “Pasar kini memproyeksikan potensi penjualan vaksin kanker ini mencapai USD5-10 miliar per tahun pada 2030.”
Konteks Pasar dan Katalis Berikutnya
Reli saham Moderna memicu sentimen bullish di sektor bioteknologi, dengan saham BioNTech dan Novavax masing-masing naik 18% dan 12%. Analis Jeffries mempertahankan rekomendasi “buy” untuk Moderna dengan target harga USD250—naik 47% dari level penutupan terakhir.
Katalis berikutnya yang dinantikan investor adalah data kelangsungan hidup (overall survival) dari uji klinis Fase 3, yang dijadwalkan dirilis pada kuartal pertama 2025. Jika hasilnya positif, Moderna berencana mengajukan permohonan persetujuan darurat (EUA) ke FDA pada pertengahan tahun depan.
Sumber: Decrypt, Bloomberg, S3 Partners